● online
- Precision Seed Divider Alat Pembagi Benih
- Black White Densimeter DM3010
- Moisture Meter Kopi Kakao dan Bijian BA005
- Digital Temperature Humidity Meter HT-6290
- High Quality Flame Photometer
- Vertical Laminar Air Flow Cabinet
- CD950 Conductivity/TDS/Salinity/Temp Meter
- Bottle Cap Torque Tester HB-10/20/50/100/200
Cara Membuat Pestisida Organik
Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest (“hama”) yang diberi akhiran -cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu.
Pestisida berbahan kimia dapat memberikan efek buruk jika digunakan dalam waktu panjang, contohnya kemungkinan adanya kerusakan pada lingkungan. Untungnya, seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini ada pestisida organik yang memberikan nuansa baru dalam pertanian.
Baca Juga :
- Cara Kerja dan Fungsi Moluskisida
- Cara Aman Penggunaan Insektisida
Pestisida organik dan insektisida nabati dapat dibuat menggunakan berbagai alternatif, yakni pestisida organik, semprotan serangga, semprotan daun pepaya, semprotan tomat, dan lain-lain. Berbagai pestisida organik dan insektisida nabati tersebut akan di bahas satu persatu dalam artikel kali ini. Namun sebelumnya kita akan mencari tahu terlebih dahulu. Apa itu pestisida organik dan insektisida nabati?
Pestisida organik maupun insektisida nabati merupakan salah satu solusi untuk pembasmian hama pada tanaman hidroponik. Banyak petani hidroponik yang mengeluhkan tanamnnya diserang oleh hama atau serangga seperti semut, laba-laba, ulat, dan lain-lain. Pemakaian pestisida organik dan insektisida alami ini tidak bisa digunakan setiap saat, namun hanya bisa digunakan saat benar-benar diperlukan saja.
Manfaat Menggunakan Pestisida Organik
Ada banyak alasan mengapa pestisida organik mulai disukai oleh masyarakat. Salah satunya adalah keinginan untuk hidup yang lebih sehat dan membantu mencegah kerusakan pada lingkungan. Selain bermanfaat terhadap lingkungan, penggunaan pestisida alami juga memiliki manfaat untuk Anda, yaitu:
- Pestisida organik mudah terurai oleh alam, sehingga tidak meninggalkan residu di tanah maupun di tanaman.
- Pestisida alami yang terurai akan mempermudah Anda ketika membersihkan sayuran dan buah.
- Dibandingkan dengan pestisida berbahan kimia, pestisida dengan bahan alami dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau dan bahan untuk membuatnya mudah ditemukan.
- Pestisida berbahan alami membantu Anda dan petani dalam menghasilkan buah dan sayur yang bebas bahan kimia, sehingga aman untuk dikonsumsi.
- Salah satu manfaat menggunakan pestisida organik untuk buah dan sayuran selain aman bagi kesehatan juga ramah lingkungan.
Bahan Baku Pestisida Organik
Bahan baku dalam pembuatan pestisida organik mudah untuk ditemukan. Bahkan, beberapa bahan untuk membuatnya bisa Anda temukan di dapur. Berikut ini adalah rinciannya.
- Bawang putih
Bawang putih dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yang memiliki aroma menyengat. Aroma inilah yang membuat serangga tidak menyukainya ketika Anda menjadikan bawang putih sebagai bahan baku pestisida organik. Bawang putih dapat membantu mengusir kutu daun, lalat kumbang, hingga kupu-kupu putih.
- Garam
Garam sering digunakan sebagai penambah cita rasa pada masakan. Selain itu, garam dapat digunakan untuk membantu mencegah hama pada tanaman. Garam juga dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi pada tanaman, contohnya magnesium, fosfor, dan sulfur yang penting untuk pertumbuhan tanaman.
- Jeruk nipis
Jeruk nipis memiliki rasa yang asam dan aroma yang menyegarkan. Siapa yang menyangka ternyata aroma ini tidak disukai oleh lalat buah. Lalat akan menghindari tanaman yang sudah disemprotkan pestisida berbahan dasar jeruk nipis, sehingga lalat tidak akan mendekati tanaman Anda.
- Daun dan biji mimba
Daun dan biji mimba tidak memiliki kemampuan untuk mematikan hama dengan cepat, namun memiliki kandungan azadirachtin yang memiliki fungsi sebagai insektisida. Senyawa ini memiliki fungsi untuk membantu mengurangi nafsu makan hama serta mempengaruhi daya reproduksi, daya menetas, dan berkembangnya telur hama. Hal ini akan membantu dalam mengontrol jumlah hama yang ada di tanaman.
JENIS-JENIS PESTISIDA :
Cara Membuat Pestisida Organik
1. Pestisida dari bawang putih
- Siapkan 2 bonggol bawang putih, kemudian kupas, bersihkan, dan tumbuk hingga halus.
- 10 ml sabun cair.
- 50 ml minyak sayur.
- 1 liter air.
- Campur semua bahan dan aduk hingga rata.
- Diamkan selama 24 jam agar bahan pestisida dapat terfermentasi dengan baik.
- Ketika akan digunakan, cairkan setiap 50 ml bahan pestisida dengan 1 liter air. Aduk hingga rata, lalu Anda bisa gunakan dengan cara menyemprotkannya ke tanaman.
2. Pestisida dari garam
- 2 sendok makan garam.
- 3,5 liter air.
- Aduk rata campuran air dan garam.
- Pindahkan campuran air dan garam ke dalam botol spray agar mudah untuk digunakan ke tanaman.
3. Pestisida dari jeruk nipis
- Peras 5 buah jeruk nipis, kemudian gunakan airnya.
- Bersihkan 20 lembar daun jeruk nipis, kemudian ditumbuk.
- 3 sendok makan gula pasir.
- 2 sendok makan EM4 (larutan efektif mikroorganisme 4).
- 4 liter air bersih.
- Campur dan aduk semua bahan hingga merata. Diamkan selama 4 hingga 5 hari dalam wadah yang tertutup.
- Untuk setiap penggunaan larutan pestisida organik dari jeruk nipis, gunakan perbandingan 2 sendok makan larutan dengan 1 liter air.
- Pindahkan ke wadah spray agar mudah digunakan.
4. Pestisida dari daun dan biji mimba
- Berikut ini cara membuat pestisida dari daun mimba.
- Siapkan 100 gram daun mimba.
- Air sebanyak 500 ml.
- Campur dan haluskan bahan-bahan dengan menggunakan blender.
- Saring dengan menggunakan kain kasa.
- Diamkan selama 12 hingga 24 jam.
- Pindahkan bahan pestisida ke dalam botol spray sebelum digunakan.
- Untuk membuat pestisida dari biji mimba, caranya adalah:
- Siapkan biji mimba sebanyak 35 gram, kemudian haluskan dengan cara ditumbuk. Masukkan ke dalam kain kasa.
- Air sebanyak 1 liter.
- Rendam biji mimba yang telah dihaluskan ke dalam air.
- Simpan selama 12 hingga 24 jam.
- Pindahkan bahan pestisida ke dalam botol spray agar mudah untuk digunakan.
Fakta Pestisida Organik
Masyarakat kini menyadari adanya bahaya dalam penggunaan pestisida berbahan kimia, sehingga mulai melirik pestisida organik.Terdapat sekitar 40% kematian di dunia disebabkan karena pencemaran lingkungan, termasuk karena tanaman yang mengandung pestisida dikonsumsi oleh manusia. Alasan ini menjadi salah satu hal yang membuat penggunaan pestisida organik perlu dilakukan. Berikut ini fakta-fakta mengenai pestisida organik.
1. Ramah lingkungan
Pestisida yang berbahan alami tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman dan tanah. Pestisida ini lebih mudah terurai, sehingga Anda mudah untuk membersihkan sayuran dan buah yang akan dikonsumsi.
2. Bahan baku untuk membuatnya mudah ditemukan
Bahan baku untuk pembuatan pestisida organik mudah ditemukan di mana saja. Anda juga dapat membuat pestisida organik sendiri di rumah sesuai dengan takaran yang diperlukan.
3. Tidak boleh digunakan berlebihan
Sebaik-baiknya bahan alami, jika digunakan berlebihan akan menjadi berbahaya. Oleh karena itu, penggunaan pestisida organik perlu digunakan sesuai dengan takaran dan kebutuhan agar hasilnya maksimal.
Dengan menggunakan pestisida organik akan lebih menjaga kelestarian lingkungan, karena pestisida organik lebih ramah lingkungan dan harganya lebih murah.
Tags: Bahan Pestisida organik, Jenis Pestisida Organik, Keunggulan Pestisida Organik
Cara Membuat Pestisida Organik
Mikroskop trinokuler merupakan jenis mikroskop cahaya yang memiliki tiga saluran untuk eyepiece dan kamera. Berbeda dengan mikroskop binokuler yang hanya... selengkapnya
Kematangan buah adalah tahap perkembangan di mana buah mencapai ukuran, warna, rasa, dan tekstur optimal untuk dikonsumsi. Mengkonsumsi buah yang... selengkapnya
Sebelum membahas mengenai Jenis Jenis Akarisida Terbaik, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian Akarisida dan Tungau sebagai Organisme Pengganggu... selengkapnya
Kualitas air merupakan faktor penting dalam berbagai sektor, mulai dari lingkungan, industri, hingga kesehatan manusia. Salah satu parameter penting dalam... selengkapnya
Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest... selengkapnya
Mengenal Hama Wereng Coklat – Wereng cokelat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama... selengkapnya
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan karbohidrat dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau... selengkapnya
Herbisida Obat Pengendali Gulma adalah pestisida yang berisi senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas... selengkapnya
Perbedaan Antara Inkubator BOD dan Inkubator Bakteriologis Dalam percobaan laboratorium, inkubator bakteriologis dan inkubator BOD adalah instrumen yang paling umum... selengkapnya
Distributor Alat Laboratorium Pertanian – Faklutas Pertanian adalah salah satu Fakultas favorit di perguruan tinggi di Indonesia, baik di universitas... selengkapnya
Barcol Hardness Tester mencirikan kekerasan indentasi bahan melalui kedalaman penetrasi indentor, dimuat pada bahan sampel dan dibandingkan dengan penetrasi dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBOD Incubator Advanced Mold Incubator cocok untuk departemen eksperimen dan produksi lembaga penelitian ilmiah seperti perlindungan lingkungan, sanitasi dan pencegahan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSCCTV Tester NF-711M adalah alat pendeteksi jaringan kabel CCTV, sehingga ketika terjadi kerusakan atau tidak ada konektivitas pada CCTV kita… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTablet Disintegration Tester BJ-1 BJ-1X adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menguji tingkat pemisahan pada tablet, sehingga tablet dipastikan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Penguji Alkohol Pada Nafas AMT8100 merupakan salah satu varian dari banyak jenis alcohol tester yang ada di pasaran, alat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAudio Cable Tester NF388 – Kabel speaker yang kita gunakan bisa memiliki dampak yang nyata pada kualitas sound system. Bahkan,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSThermometer Infrared AMF017 adalah pengukur suhu dengan range pengukuran yang sangat lebar, menggunakan teknologi sinar infra merah sangat akurat dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPalu Schmidt Digital HT-225V submitted to GB /T9138-1988, JJG817-93 and JGJ/T23-2001 standards. The instrument is useful for quality Inspection Company,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSHot Wire Anemometer AMF029 – Hot Wire Anemometer merupakan alat ukur kecepatan udara yang mempunyai prinsip perpindahan panas secara konveksi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSoil Salinity Meter atau Soil Salt Meter adalah alat untuk mengukur kadar garam yang terkandung dalam tanah. Pengukur Salinity atau… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.