● online
- Anemometer Digital AMF006
- Alat Pengukur Kekentalan Cairan Viscometer NDJ-8S
- Waterproof pH Meter And Temperature Meter pH-200
- Kalori Meter Otomatis ZR9302
- Professional Single Angles Gloss meter AMN51
- Biophotometer Laboratory Protein DNA Testing B-500
- Automatic Tablet Hardness Tester YD-2X
- ORP Meter Tahan Air ORP-200
Cara Membuat Pestisida Organik
Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest (“hama”) yang diberi akhiran -cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu.
Pestisida berbahan kimia dapat memberikan efek buruk jika digunakan dalam waktu panjang, contohnya kemungkinan adanya kerusakan pada lingkungan. Untungnya, seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini ada pestisida organik yang memberikan nuansa baru dalam pertanian.
Baca Juga :
- Cara Kerja dan Fungsi Moluskisida
- Cara Aman Penggunaan Insektisida
Pestisida organik dan insektisida nabati dapat dibuat menggunakan berbagai alternatif, yakni pestisida organik, semprotan serangga, semprotan daun pepaya, semprotan tomat, dan lain-lain. Berbagai pestisida organik dan insektisida nabati tersebut akan di bahas satu persatu dalam artikel kali ini. Namun sebelumnya kita akan mencari tahu terlebih dahulu. Apa itu pestisida organik dan insektisida nabati?
Pestisida organik maupun insektisida nabati merupakan salah satu solusi untuk pembasmian hama pada tanaman hidroponik. Banyak petani hidroponik yang mengeluhkan tanamnnya diserang oleh hama atau serangga seperti semut, laba-laba, ulat, dan lain-lain. Pemakaian pestisida organik dan insektisida alami ini tidak bisa digunakan setiap saat, namun hanya bisa digunakan saat benar-benar diperlukan saja.
Manfaat Menggunakan Pestisida Organik
Ada banyak alasan mengapa pestisida organik mulai disukai oleh masyarakat. Salah satunya adalah keinginan untuk hidup yang lebih sehat dan membantu mencegah kerusakan pada lingkungan. Selain bermanfaat terhadap lingkungan, penggunaan pestisida alami juga memiliki manfaat untuk Anda, yaitu:
- Pestisida organik mudah terurai oleh alam, sehingga tidak meninggalkan residu di tanah maupun di tanaman.
- Pestisida alami yang terurai akan mempermudah Anda ketika membersihkan sayuran dan buah.
- Dibandingkan dengan pestisida berbahan kimia, pestisida dengan bahan alami dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau dan bahan untuk membuatnya mudah ditemukan.
- Pestisida berbahan alami membantu Anda dan petani dalam menghasilkan buah dan sayur yang bebas bahan kimia, sehingga aman untuk dikonsumsi.
- Salah satu manfaat menggunakan pestisida organik untuk buah dan sayuran selain aman bagi kesehatan juga ramah lingkungan.
Bahan Baku Pestisida Organik
Bahan baku dalam pembuatan pestisida organik mudah untuk ditemukan. Bahkan, beberapa bahan untuk membuatnya bisa Anda temukan di dapur. Berikut ini adalah rinciannya.
- Bawang putih
Bawang putih dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yang memiliki aroma menyengat. Aroma inilah yang membuat serangga tidak menyukainya ketika Anda menjadikan bawang putih sebagai bahan baku pestisida organik. Bawang putih dapat membantu mengusir kutu daun, lalat kumbang, hingga kupu-kupu putih.
- Garam
Garam sering digunakan sebagai penambah cita rasa pada masakan. Selain itu, garam dapat digunakan untuk membantu mencegah hama pada tanaman. Garam juga dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi pada tanaman, contohnya magnesium, fosfor, dan sulfur yang penting untuk pertumbuhan tanaman.
- Jeruk nipis
Jeruk nipis memiliki rasa yang asam dan aroma yang menyegarkan. Siapa yang menyangka ternyata aroma ini tidak disukai oleh lalat buah. Lalat akan menghindari tanaman yang sudah disemprotkan pestisida berbahan dasar jeruk nipis, sehingga lalat tidak akan mendekati tanaman Anda.
- Daun dan biji mimba
Daun dan biji mimba tidak memiliki kemampuan untuk mematikan hama dengan cepat, namun memiliki kandungan azadirachtin yang memiliki fungsi sebagai insektisida. Senyawa ini memiliki fungsi untuk membantu mengurangi nafsu makan hama serta mempengaruhi daya reproduksi, daya menetas, dan berkembangnya telur hama. Hal ini akan membantu dalam mengontrol jumlah hama yang ada di tanaman.
JENIS-JENIS PESTISIDA :
Cara Membuat Pestisida Organik
1. Pestisida dari bawang putih
- Siapkan 2 bonggol bawang putih, kemudian kupas, bersihkan, dan tumbuk hingga halus.
- 10 ml sabun cair.
- 50 ml minyak sayur.
- 1 liter air.
- Campur semua bahan dan aduk hingga rata.
- Diamkan selama 24 jam agar bahan pestisida dapat terfermentasi dengan baik.
- Ketika akan digunakan, cairkan setiap 50 ml bahan pestisida dengan 1 liter air. Aduk hingga rata, lalu Anda bisa gunakan dengan cara menyemprotkannya ke tanaman.
2. Pestisida dari garam
- 2 sendok makan garam.
- 3,5 liter air.
- Aduk rata campuran air dan garam.
- Pindahkan campuran air dan garam ke dalam botol spray agar mudah untuk digunakan ke tanaman.
3. Pestisida dari jeruk nipis
- Peras 5 buah jeruk nipis, kemudian gunakan airnya.
- Bersihkan 20 lembar daun jeruk nipis, kemudian ditumbuk.
- 3 sendok makan gula pasir.
- 2 sendok makan EM4 (larutan efektif mikroorganisme 4).
- 4 liter air bersih.
- Campur dan aduk semua bahan hingga merata. Diamkan selama 4 hingga 5 hari dalam wadah yang tertutup.
- Untuk setiap penggunaan larutan pestisida organik dari jeruk nipis, gunakan perbandingan 2 sendok makan larutan dengan 1 liter air.
- Pindahkan ke wadah spray agar mudah digunakan.
4. Pestisida dari daun dan biji mimba
- Berikut ini cara membuat pestisida dari daun mimba.
- Siapkan 100 gram daun mimba.
- Air sebanyak 500 ml.
- Campur dan haluskan bahan-bahan dengan menggunakan blender.
- Saring dengan menggunakan kain kasa.
- Diamkan selama 12 hingga 24 jam.
- Pindahkan bahan pestisida ke dalam botol spray sebelum digunakan.
- Untuk membuat pestisida dari biji mimba, caranya adalah:
- Siapkan biji mimba sebanyak 35 gram, kemudian haluskan dengan cara ditumbuk. Masukkan ke dalam kain kasa.
- Air sebanyak 1 liter.
- Rendam biji mimba yang telah dihaluskan ke dalam air.
- Simpan selama 12 hingga 24 jam.
- Pindahkan bahan pestisida ke dalam botol spray agar mudah untuk digunakan.
Fakta Pestisida Organik
Masyarakat kini menyadari adanya bahaya dalam penggunaan pestisida berbahan kimia, sehingga mulai melirik pestisida organik.Terdapat sekitar 40% kematian di dunia disebabkan karena pencemaran lingkungan, termasuk karena tanaman yang mengandung pestisida dikonsumsi oleh manusia. Alasan ini menjadi salah satu hal yang membuat penggunaan pestisida organik perlu dilakukan. Berikut ini fakta-fakta mengenai pestisida organik.
1. Ramah lingkungan
Pestisida yang berbahan alami tidak meninggalkan residu berbahaya pada tanaman dan tanah. Pestisida ini lebih mudah terurai, sehingga Anda mudah untuk membersihkan sayuran dan buah yang akan dikonsumsi.
2. Bahan baku untuk membuatnya mudah ditemukan
Bahan baku untuk pembuatan pestisida organik mudah ditemukan di mana saja. Anda juga dapat membuat pestisida organik sendiri di rumah sesuai dengan takaran yang diperlukan.
3. Tidak boleh digunakan berlebihan
Sebaik-baiknya bahan alami, jika digunakan berlebihan akan menjadi berbahaya. Oleh karena itu, penggunaan pestisida organik perlu digunakan sesuai dengan takaran dan kebutuhan agar hasilnya maksimal.
Dengan menggunakan pestisida organik akan lebih menjaga kelestarian lingkungan, karena pestisida organik lebih ramah lingkungan dan harganya lebih murah.
Tags: Bahan Pestisida organik, Jenis Pestisida Organik, Keunggulan Pestisida Organik
Cara Membuat Pestisida Organik
Jual Moisture Meter Termurah Dan Terlengkap Online seperti Grains Moisture Meter WILE 55, Grain Moisture Tester BA001, Grains Moisture Meter... selengkapnya
Supplier Drone Sprayer Pertanian – Di era pertanian modern, penggunaan teknologi canggih seperti drone sprayer menjadi solusi efisien dalam proses... selengkapnya
Sebagai alternatif penggunaan pupuk kimia, petani diharapkan bisa membuat pupuk organik cair. Kementerian Pertanian melakukan antisipasi agar ketersediaan pangan aman... selengkapnya
Apa itu inkubator bakteriologis ? Di laboratorium, ada dua jenis : inkubator bakteriologis dan inkubator BOD. Inkubator bakteriologis terutama digunakan... selengkapnya
Apa Itu Suspended Solid? Suspended solid adalah partikel padat yang tersuspensi dalam air dan tidak larut, seperti lumpur, pasir, tanah... selengkapnya
Tumbuhan Porang ataupun biasa dinamakan iles- iles, saat ini mulai digemari para petani. Alasannya, tidak cuma mempunyai nilai jual besar,... selengkapnya
Pengendalian Hama Wereng Coklat Pada Tanaman Padi – Wereng coklat merupakan serangga hama tanaman padi yang penting sejak awa tahun... selengkapnya
Supplier Alat Praktek SMK – Sekolah Menengah Kejuruan atau biasa disebut dengan SMK adalah sekolah lanjutan berbasis kompetensi kejuruan. SMK... selengkapnya
Selalu Gunakan Masker dimanapun kita berada, Pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama 4 bulan, terhitung mulai... selengkapnya
Distributor COD Meter atau chemical oxygen demand meter menyediakan COD analyzer dengan harga terjangkau. COD merupakan salah satu parameter untuk... selengkapnya
Barcol Hardness Tester mencirikan kekerasan indentasi bahan melalui kedalaman penetrasi indentor, dimuat pada bahan sampel dan dibandingkan dengan penetrasi dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Uji Pupuk MGOMeter adalah alat pengujian pupuk, spesifik untuk menguji kandungan unsur hara makro MgO, CaO dan C-Organik. Prinsip… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Warna Putih Whiteness Meter WTM-8 merupakan alat professional yang digunakan untuk mengukur kadar warna putih atau menguji tingkat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAutomatic Potential Titration Meter ZD-2 adalah alat titrasi yang berguna untuk mengkarakterisasi asam. Untuk melakukan hal ini, dua elektroda yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSCoffee Densitometer Refractometer RCM-1000BT adalah alat untuk mengukur konsentrasi kopi (nilai TDS) dan Brix. Dengan mengukur konsentrasi kopi, ini membantu pengguna… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPortable Hardness Tester AMT212 adalah alat pengukur kekerasan besi, baja dan bahan metal lainnya. Fitur utama Portable Hardness Tester AMT212… selengkapnya
*Harga Hubungi CSpH ORP Chlorine Tester AMT26 salah alat pengukuran parameter kandungan pada air, alat ini digunakan untuk mengukur asam dan basa… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Getaran Mesin Vibration Meter VM-6360 merupakan salah satu alat pengukuran yang digunakan untuk mengukur getaran pada suatu mesin…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Grain Moisture Meter GMK-303 merupakan alat pengukur kadar air atau moisture content yang terkadung pada bijian. Dengan menggunakan metode… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBlack White Densimeter adalah alat untuk mengukur tingkat kecerahan pada film. Densitometer hitam-putih ini digunakan untuk mengukur kegelapan film; ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.