Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam17.00 , Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Blog » Cara Menyimpan Gabah Yang Aman

Cara Menyimpan Gabah Yang Aman

Diposting pada 13 February 2023 oleh jakaanaksholeh / Dilihat: 228 kali

Penyimpanan gabah adalah Cara Menyimpan Gabah yang aman yaitu proses yang menjaga suhu dan kelembaban tertentu. Penyimpanan harus sangat diperhatikan dengan benar karena dari penyimpanan ini dapat berpengaruh terhadap kualitas dan mutu gabah atau beras tersebut.

Penyimpanan gabah dilakukan untuk mempertahankan agar gabah dalam kondisi yang baik dalam jangka waktu tertentu , untuk persediaan masa paceklik. Pengelolaan dan penyimpanan yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya respirasi sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada gabah, seperti menghitamnya gabah, tumbuh jamur serta munculnya beberapa pengganggu seperti tikus dan serangga-serangga yang dapat memakan gabah.

Baca Juga : Pengeringan Gabah Untuk Hasil Maksimal

Dalam penyimpanan penyusutan hasil panen gabah maupun beras merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor seperti kondisi kemasan yang tidak baik, tempat penyimpanan yang tidak bersih atau higienis, gangguan hama. Juga disebabkan oleh kondisi cuaca pada daerah tersebut yang tidak baik atau sering hujan.

Proses penyimpanan gabah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika dalam proses tersebut salah maka akan mengakibatkan terjadinya tumbuhnya jamur, serangan serangga, respirasi tinggi, dan kutu beras yang dapat berpengaruh menurukan kualitas dan mutu beras.

Berikut ini Cara Menyimpan Gabah Yang Aman

Pada umumnya Penyimpanan Gabah itu dapat dibagi menjadi :

Cara penyimpanan menggunakan kemasan (bag store) sama halnya dengan penyimpanan plastik dan karung goni di dalam gudang. Penyimpanan dengan cara ini dapat dilakukan dalam skala kecil maupun besar.

Menggunakan Sistem curah (bulk storage). Maksudnya yaitu gabah yang sudah kering akan dicurahkan ke dalam suatu tempat yang bersih, kuat, serta aman dari gangguan hama maupun cuaca seperti halnya silo atau bunker.

Baca Juga :

  1. Teknik Penanganan Pasca Panen Padi
  2. Cara Panen Padi Yang Tepat

Proses penyimpanan ini perlu untuk memperhatikan faktor seperti aerasi, fumigasi dan monitoring suhu dan kualitas gabah. Aerasi ini bertujuan agar memberikan sirkulasi udara yang baik pada gabah selama proses penyimpanan sehingga gabah dapat disimpan dalam waktu yang lama. Di sini Fumigasi bertujuan untuk memberantas hama dan serangga yang mungkin dapat menyerang gabah.

Sedangkan monitoring suhu dilakukan agar dapat mengetahui kenaikan dan penurunan suhu pada ruangan penyimpanan gabah. Jika suhu ruangan penyimpanan terlalu tinggi juga bisa menjadikan indikator adanya respirasi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan rusaknya gabah. Proses monitoring ini sebaiknya dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu.

Cara Menyimpan gabah akan sangat berpengaruh terhadap hasil susutnya, sebagai contoh :

  • Jika melakukan penyimpanan gabah atau beras pada karung yang tertutup akan menyebabkan susut hasil 0,34 % selama 5 bulan
  • Gabah yang disimpan dalam keadaan curah akan menyebabkan susut hasil hingga 0,58 % selama 5 bulan
  • Gabah basah dengan kadar air 26 % yang disimpan dengan dicampur garam dapur 2% akan tahan selama 70 hari, dengan kerusakan < 1% dan rendemen giling mencapai 64, 22 %

Langkah-langkah penyimpanan gabah dalam gudang :

  • Sediakan gudang yang memiliki ventilasi yang baik, memiliki atap yang tinggi dan juga memiliki alas yang baik.
  • Pastikan gabah memiliki nilai kadar air 12 – 13% jika semakin tinggi nilainya kadar air maka daya tahan gabah juga akan berkurang. Untuk memastikan nilai kadar air pada gabah atau beras anda dapat mengukurnya dengan moisture meter.
  • Pastikan karung atau plastik yang digunakan untuk membungkus gabah memiliki ukuran yang sama.
  • Susunlah tumpukan karung yang berisi gabah secara teratur dan tidak terlalu tinggi.
  • Gunakan pallet atau papan sebagai alasnya.

Demikian Cara menyimpan gabah secara aman untuk meminimalisir adanya susut hasil seminimal mungkin.

Tags: , ,

Bagikan ke

Cara Menyimpan Gabah Yang Aman

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Cara Menyimpan Gabah Yang Aman

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: