● online
- Digital Temperature Humidity Meter HT-6290
- Digital Pocket Salinity Meter AMT19
- Portable ATP Hygiene Hygiena Monitoring System EnS
- Portable Magnetic Particle Flaw Detector MT-1B
- Concrete Schmidt Hammer TLD001
- Alat Pengukur pH dan Klorin Kolam Renang KCP01
- Alat Pengukur Kekerasan Karet lembut, Polyester, P
- Digital Torque Meter HT-10 HT-20 HT-50 HT-100 HT-2
Cara Menyimpan Gabah Yang Aman
Penyimpanan gabah adalah Cara Menyimpan Gabah yang aman yaitu proses yang menjaga suhu dan kelembaban tertentu. Penyimpanan harus sangat diperhatikan dengan benar karena dari penyimpanan ini dapat berpengaruh terhadap kualitas dan mutu gabah atau beras tersebut.
Penyimpanan gabah dilakukan untuk mempertahankan agar gabah dalam kondisi yang baik dalam jangka waktu tertentu , untuk persediaan masa paceklik. Pengelolaan dan penyimpanan yang kurang baik akan menyebabkan terjadinya respirasi sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada gabah, seperti menghitamnya gabah, tumbuh jamur serta munculnya beberapa pengganggu seperti tikus dan serangga-serangga yang dapat memakan gabah.
Baca Juga : Pengeringan Gabah Untuk Hasil Maksimal
Dalam penyimpanan penyusutan hasil panen gabah maupun beras merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor seperti kondisi kemasan yang tidak baik, tempat penyimpanan yang tidak bersih atau higienis, gangguan hama. Juga disebabkan oleh kondisi cuaca pada daerah tersebut yang tidak baik atau sering hujan.
Proses penyimpanan gabah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Jika dalam proses tersebut salah maka akan mengakibatkan terjadinya tumbuhnya jamur, serangan serangga, respirasi tinggi, dan kutu beras yang dapat berpengaruh menurukan kualitas dan mutu beras.
Berikut ini Cara Menyimpan Gabah Yang Aman
Pada umumnya Penyimpanan Gabah itu dapat dibagi menjadi :
Cara penyimpanan menggunakan kemasan (bag store) sama halnya dengan penyimpanan plastik dan karung goni di dalam gudang. Penyimpanan dengan cara ini dapat dilakukan dalam skala kecil maupun besar.
Menggunakan Sistem curah (bulk storage). Maksudnya yaitu gabah yang sudah kering akan dicurahkan ke dalam suatu tempat yang bersih, kuat, serta aman dari gangguan hama maupun cuaca seperti halnya silo atau bunker.
Baca Juga :
Proses penyimpanan ini perlu untuk memperhatikan faktor seperti aerasi, fumigasi dan monitoring suhu dan kualitas gabah. Aerasi ini bertujuan agar memberikan sirkulasi udara yang baik pada gabah selama proses penyimpanan sehingga gabah dapat disimpan dalam waktu yang lama. Di sini Fumigasi bertujuan untuk memberantas hama dan serangga yang mungkin dapat menyerang gabah.
Sedangkan monitoring suhu dilakukan agar dapat mengetahui kenaikan dan penurunan suhu pada ruangan penyimpanan gabah. Jika suhu ruangan penyimpanan terlalu tinggi juga bisa menjadikan indikator adanya respirasi yang berlebihan yang dapat mengakibatkan rusaknya gabah. Proses monitoring ini sebaiknya dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu.
Cara Menyimpan gabah akan sangat berpengaruh terhadap hasil susutnya, sebagai contoh :
- Jika melakukan penyimpanan gabah atau beras pada karung yang tertutup akan menyebabkan susut hasil 0,34 % selama 5 bulan
- Gabah yang disimpan dalam keadaan curah akan menyebabkan susut hasil hingga 0,58 % selama 5 bulan
- Gabah basah dengan kadar air 26 % yang disimpan dengan dicampur garam dapur 2% akan tahan selama 70 hari, dengan kerusakan < 1% dan rendemen giling mencapai 64, 22 %
Langkah-langkah penyimpanan gabah dalam gudang :
- Sediakan gudang yang memiliki ventilasi yang baik, memiliki atap yang tinggi dan juga memiliki alas yang baik.
- Pastikan gabah memiliki nilai kadar air 12 – 13% jika semakin tinggi nilainya kadar air maka daya tahan gabah juga akan berkurang. Untuk memastikan nilai kadar air pada gabah atau beras anda dapat mengukurnya dengan moisture meter.
- Pastikan karung atau plastik yang digunakan untuk membungkus gabah memiliki ukuran yang sama.
- Susunlah tumpukan karung yang berisi gabah secara teratur dan tidak terlalu tinggi.
- Gunakan pallet atau papan sebagai alasnya.
Demikian Cara menyimpan gabah secara aman untuk meminimalisir adanya susut hasil seminimal mungkin.
Tags: Cara menyimpan Gabah Yang Baik, Mengukur Kadar Air Beras, Mengukur kadar air gabah
Cara Menyimpan Gabah Yang Aman
Perbedaan Antara Inkubator BOD dan Inkubator Bakteriologis Dalam percobaan laboratorium, inkubator bakteriologis dan inkubator BOD adalah instrumen yang paling umum... selengkapnya
Alat Ukur COD BOD TSS Portable – Dalam dunia pengelolaan air, terutama untuk laboratorium lingkungan, industri, hingga sektor pendidikan, keberadaan... selengkapnya
Barcol Hardness Tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekerasan material, khususnya untuk material yang relatif lunak seperti plastik, fiberglass,... selengkapnya
Dalam dunia pertanian modern, kualitas benih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan hasil panen. Untuk memastikan benih memiliki tingkat... selengkapnya
Selalu Gunakan Masker dimanapun kita berada, Pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama 4 bulan, terhitung mulai... selengkapnya
Sebelum membahas mengenai Jenis Jenis Akarisida Terbaik, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian Akarisida dan Tungau sebagai Organisme Pengganggu... selengkapnya
Teknik Penanganan Pasca Panen Padi adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan,... selengkapnya
Mikroskop digital bisa dikatakan merupakan jenis mikroskop model baru yang dilengkapi dengan kamera digital. Mikroskop jenis ini terhubung dengan kamera... selengkapnya
Bagaimanakah cara merawat mikroskop yang benar. Mikroskop merupakan peralatan biologi atau yang perlu dirawat dengan baik. Pemeliharaan alat laboratorium sangat... selengkapnya
Flame Photometer adalah suatu metoda analisa yang berdasarkan pada pengukuran besaran emisi sinar monokromatis spesifik pada panjang gelombang tertentu yang... selengkapnya
Lab Water Hardness Tester YD200 adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kesadahan air atau kekerasan air. Fitur Lab Water… selengkapnya
*Harga Hubungi CSConductivity Tester EC-3 adalah alat portable atau hand held untuk mengukur tingkat konduktifitas yang terkandung dalam air. Sangat cocok digunakan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMulti Function Cable Tester NF838 – Salah satu unsur terpenting pada sebuah bangunan adalah jaringan listrik, karena dengan jaringan listrik… selengkapnya
*Harga Hubungi CS3 Angles 20/60/85 Degree Gloss meter GM-200 banyak digunakan dalam perawatan Lantai, Kontrol kualitas pembersihan permukaan, Pengukuran kilap batu dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSManual Tablet Hardness Tester YD-1X adalah alat penguji kekerasan tablet untuk mendeteksi kekerasan tablet. Sehingga kita bisa mengetahui berapa ketahanan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSProfessional Colorful WIFI + APP Weather Station AW006 merupakan alat pemantau cuaca tercanggih yang ada saat ini, dilengkapi dengan layar… selengkapnya
*Harga Hubungi CSManual Cleveland Open Cup Flash Point Tester SYD-3536 adalah alat yang digunakan untuk mengukur titik api secara manual. Instrumen ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CSCoffee Densitometer Refractometer RCM-1000BT adalah alat untuk mengukur konsentrasi kopi (nilai TDS) dan Brix. Dengan mengukur konsentrasi kopi, ini membantu pengguna… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDrone Sprayer FROGS Sekar Agri 10L TKDN – Kehadiran drone penyemprotan ini untuk memudahkan pengelolaan lahan pertanian dalam hal penyemprotan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDew Point Meter HT-6292 – Titik embun (dew point) adalah suhu yang dicapai bila udara didinginkan pada tekanan dan jumlah… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.