Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam17.00 , Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Blog » Herbisida Obat Pengendali Gulma

Herbisida Obat Pengendali Gulma

Diposting pada 30 May 2023 oleh jakaanaksholeh / Dilihat: 247 kali

Herbisida Obat Pengendali Gulma adalah pestisida yang berisi senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil yang disebabkan oleh gulma pengganggu tanaman utama yang menyebabkan penurunan hasil pertanian.

Lahan pertanian biasanya ditanami sejenis atau dua jenis tanaman pertanian. Namun, tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut, karena kompetisi dalam mendapatkan hara di tanah, perolehan cahaya matahari, dan keluarnya substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya. Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian gulma.

Efek herbisida terhadap gulma

Herbisida banyak digunakan karena memiliki tingkat efektifitas yang tinggi untuk mengendalikan gulma. Herbisida bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pengaruh dari penggunaan bahan kimia ini biasa terlihat dari penyimpangan secara morfologi. Efeknya sangat bervariasi tergantung dari jenis gulma yang dikendalikan.

Beberapa efek dari aplikasi herbisida yang sering ditemui, antara lain; pertumbuhan terhambat, efek formatif, klorosis, nekrosis, dan pembentukan kutikula yang berkurang. Efek tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada jenis herbisida yang digunakan.

Tak hanya itu, efektivitas aplikasi herbisida juga tergantung dari kondisi lingkungannya. Jika diaplikasikan pada saat yang tepat, maka herbisida bisa bekerja dengan lebih efektif. Sebagai contoh, efek herbisida yang diaplikasikan pada musim hujan akan berbeda dengan herbisida yang diaplikasikan saat musim kemarau.

Baca Juga :

Aplikasi herbisida saat musim hujan sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, air hujan bisa membuat herbisida tercuci dan tidak bisa menyerang gulma dengan maksimal. Tak hanya itu, dosis dan cara aplikasi juga akan mempengaruhi efektivitas herbisida. Maka dari itu, pastikan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis dan cara aplikasi yang direkomendasikan. Anda bisa melihat rekomendasi ini pada kemasan herbisida yang digunakan.

Pengelompokan herbisida berdasarkan pertumbuhan gulma.

  • Herbisida Pratumbuh

Herbisida ini diaplikasikan pada tanah sebelum gulma tumbuh. Semua herbisida pra tumbuh, adalah soil acting herbicide atau herbisida yang diaplikasikan ke tanah dan bersifat sistemik.

Contoh herbisida ini yaitu diuron, bromacil, oksadiazon, oksifluorfen, ametrin, butaklor dan metil metsulfuron.

  • Herbisida Pascatumbuh

Herbisida ini diaplikasikan saat gulma sudah tumbuh. Semua herbisida pasca tumbuh adalah foliage applied herbicide atau herbisida yang diaplikasikan ke gulma dan bisa bersifat sistemik ataupun non sistemik.

Contoh herbisida pasca tumbuh adalah glifosat, paraquat, glufusinat dan propanil.

Pengelompokan herbisida berdasarkan tipe translokasi dalam tanaman.

  • Herbisida Kontak (Tidak Ditranslokasikan)

Herbisida kontak mengendalikan gulma dengan cara mematikan bagian gulma yang terkena langsung dengan herbisida. Sifat herbisida ini tidak ditranslokasikan atau tidak dialirkan dalam tubuh gulma.

Contoh herbisida kontak yang bersifat selektif yaitu oksifluorfen, oksadiazon dan propanil. Sementara yang bersifat non selektif seperti parakuat dan glufosinat.

  • Herbisida Sistemik (Ditranslokasikan)

Herbisida sistemik dapat mematikan gulma melalui translokasi racun ke seluruh bagian-bagian gulma. Herbisida jenis ini dapat diaplikasikan melalui tajuk maupun melalui tanah.

Contoh herbisida yang melalui tajuk yaitu herbisida glifosat, sulfosat dan ester, sedangkan yang melalui tanah yaitu herbisida ametrin, atrazin, metribuzin dan diuron.

Pengelompokan herbisida berdasarkan selektifitasnya.

  • Herbisida Selektif

Herbisida selektif adalah herbisida yang bersifat beracun untuk gulma tertentu. Contoh herbisida ini yaitu ametrin, diuron, oksifluorfen, klomazon dan karfentrazon.

  • Herbisida Nonselektif

Herbisida nonselektif adalah herbisida yang dapat mematikan hampir semua jenis tumbuhan termasuk tanaman yang dibudidayakan. Contoh herbisida ini yaitu glifosat dan paraquat.

Dalam memilih herbisida perlu dipertimbangkan terlebih dahulu gulma apa yang akan dikendalikan dan pada tanaman apa yang dibudidayakan.
Contoh herbisida non selektif (glifosat) sering digunakan untuk mengendalikan gulma pada tanaman yang berbatang keras, tanpa olah tanah pada pertanaman jagung, singkong, perkebunan sawit, nanas dan mangga.

Tetapi tidak cocok untuk pengendalian gulma untuk tanaman lunak seperti kebun bunga dan pertanaman padi karena bisa saja tanaman tersebut ikut mati karena herbisida tersebut. Sementara, herbisida selektif atrazin biasa digunakan pada pertanaman jagung dan tebu, herbisida ini sasarannya pada gulma berdaun lebar dan sempit.

Dari penjelasan di atas, poin penting dalam menggunakan herbisida adalah harus sesuai dengan petunjuk pada label kemasan (pada herbisida kimia) agar tidak menimbulkan kerugian bahkan berefek negatif pada kematian tanaman budi daya.

 

Tags: , ,

Bagikan ke

Herbisida Obat Pengendali Gulma

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Herbisida Obat Pengendali Gulma

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: