● online
Manfaat Unsur N, P, dan K Bagi Tanaman
Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Berdasarkan jumlah yang diperlukan, kita mengenal unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro diperlukan bagi tanaman dalam jumlah yang lebih besar (0,5-3% berat tubuh tanaman). Sedangkan unsur hara mikro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif kecil (beberapa ppm/ part per-million dari berat keringnya).
Unsur hara makro antara lain N, P, K, C, H, O, S, Ca, dan Mg. Sedangkan unsur hara mikro diantaranya adalah Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Diantara 105 unsur yang ada di permukaan bumi, ternyata hanya 16 unsur yang mutlak diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Dan dari 16 unsur tersebut, unsur N, P, dan K-lah yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang besar.
A. Unsur N (Nitrogen)
Unsur hara N termasuk unsur yang dibutuhkan dalam jumlah paling banyak sehingga disebut unsur hara makro primer. Umumnya unsur Nitrogen menyusun 1-5% dari berat tubuh tanaman.
Unsur N diserap oleh tanaman dalam bentuk ion amonium (NH4+) atau ion nitrat (NO3-). Sumber unsur N dapat diperoleh dari bahan organik, mineral tanah, maupun penambahan dari pupuk organik.
N berfungsi untuk menyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida, dan klorofil pada tanaman, sehingga dengan adanya N, tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut:
- Membuat tanaman lebih hijau
- Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang)
- Menambah kandungan protein hasil panen.
Tanaman yang kekurangan unsur hara N akan menunjukkan gejala :
- Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat kekurangan klorofil.
- Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah cabang sedikit.
- Perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya.
- Pada tahap lanjut, daun menjadi kering dimulai dari daun pada bagian bawah tanaman.
B. Unsur P (Phosphor)
Unsur P juga merupakan salah satu unsur hara makro primer sehingga diperlukan tanaman dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berproduksi. Tanaman mengambil unsur P dari dalam tanah dalam bentuk ion H2PO4-. Konsentrasi unsur P dalam tanaman berkisar antara 0,1-0,5% lebih rendah daripada unsur N dan K.
Keberadaan unsur P berfungsi sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme tanaman, sehingga dengan adanya unsur P maka tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut:
- Memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik
- Menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
- Memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
- Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah
- Menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.
Tanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala :
- Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
- Sistem perakaran kurang berkembang
- Daun berwarna keunguan
- Pembentukan bunga/ buah/ biji terhambat sehingga panen terlambat
- Persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan tidak sempurna.
C. Unsur K (Kalium)
Dalam proses pertumbuhan tanaman, unsur K merupakan salah satu unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak juga, selain unsur N dan P. Unsur K diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K+. Kandungan unsur K pada jaringan tanaman sekitar 0,5 – 6% dari berat kering.
Manfaat unsur K bagi tanaman adalah :
- Sebagai aktivator enzim. Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K.
- Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman
- Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman
Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N, yaitu:
- Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
- Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis). Bedanya dengan kekurangan unsur N, gejala kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik.
Tags: Alat Pengukur NPK tester, Manfaat Pupuk NPK untuk tanaman, Mengukur kandungan NPK pada tanah
Manfaat Unsur N, P, dan K Bagi Tanaman
Makanan Mengandung Formalin sangatlah berbahaya ketika dikonsumsi dan masuk ketubuh manusia. Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) sudah lazim digunakan. BTP... selengkapnya
Alat ATP Hygiene Monitoring adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur tingkat kebersihan suatu permukaan atau cairan. ATP sendiri adalah singkatan... selengkapnya
Jual Thermometer alat pengukur suhu ruangan, termometer pengukur suhu ruangan otomatis Kami jual via online. Anda tidak perlu cari nama... selengkapnya
Hidup Normal dengan Kondisi Baru adalah kehidupan kita di saat ini. Sebagaimana kita ketahui bersama, pendemi virus corona atau Covid-19... selengkapnya
Dalam dunia pertanian, memahami proses fisiologis tanaman adalah dasar bagi keberhasilan budidaya dan hasil panen yang maksimal. Salah satu proses... selengkapnya
Alat Pengukur cuaca atau yang biasa disebut Weather Station merupakan salah instrument pengukuran keadaa lingkungan. Alat ini bisa digunakan untuk... selengkapnya
Cara Menanam Padi Yang Menguntungkan – Padi adalah makanan pokok bagi masyarakat asia terlebih lagi Indonesia. Padi adalah asal daripada... selengkapnya
Supplier Drone Sprayer Pertanian – Di era pertanian modern, penggunaan teknologi canggih seperti drone sprayer menjadi solusi efisien dalam proses... selengkapnya
Supplier Alat Praktek SMK – Sekolah Menengah Kejuruan atau biasa disebut dengan SMK adalah sekolah lanjutan berbasis kompetensi kejuruan. SMK... selengkapnya
Supplier Alcohol Tester Murah, Alkohol adalah zat yang sering bersinggungan dengan kehidupan manusia. Kita sering mendengarkan minumal beralkohol, yang notabenya... selengkapnya
Alat Pengukur Kadar Air Rumput Laut Cincau TK100 – Rumput laut dan Cincau merupakan hasil bumi dari Indonesia yang sudah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Uji Yodium Digital Yodmeter digital adalah alat untuk mengukur kadar yodium pada garam konsumsi. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAnalog Hot Plate Magnetic Stirrer Porcelain Plate AMTAST BASIC pencampur bahan-bahan obat dilengkapi dengan plate keramik Spesifikasi Analog Hot Plate… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kadar Air Kopi dan Kakao WILE CC adalah alat pengukur moisture content atau pengukur kelembaban yang spesifik fungsinya… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Penguji COD BOD TOC Turbidity Temperature Pada Air Limbah digunakan untuk mengukur kandungan COD BOD TOC Turbidity dan Temperature… selengkapnya
*Harga Hubungi CSShore Hardness Tester Untuk Busa dan Bahan Lembut SR1510F mempunyai sensor pengukuran kekerasan yang sangat sensisitif. Alat ini diciptakan secara… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSmall Electric Laboratory Thresher adalah Perontok atau pemipil bijian serbaguna dengan meggunakan listrik kecil yang digunakan di Laboratorium untuk perontok,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Alcohol Tester AMT139 mudah digunakan unutk pengujian dan pengukuran kadar alkohol pada nafas manusia. Mudah diaplikasikan dan hasil pengukuran… selengkapnya
*Harga Hubungi CSThermometer Infrared AMF017 adalah pengukur suhu dengan range pengukuran yang sangat lebar, menggunakan teknologi sinar infra merah sangat akurat dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS7 IN 1 Professional pH/ORP/Conductivity/TDS/Temp Meter PC900 adalah kombinasi sempurna dengan teknologi elektronik yang paling canggih, teknologi sensor dan desain… selengkapnya
*Harga Hubungi CS



Saat ini belum tersedia komentar.