Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Raisa
● online
Raisa
● online
Halo, perkenalkan saya Raisa
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka jam 08.00 s/d jam17.00 , Minggu & Hari Besar Tutup
Beranda » Blog » Metode Mencari Lokasi Sumber Air Tanah dengan Akurat

Metode Mencari Lokasi Sumber Air Tanah dengan Akurat

Diposting pada 31 August 2022 oleh jakaanaksholeh / Dilihat: 353 kali

Metode Mencari Lokasi Sumber Air Tanah dengan Akurat perlu dilakukan agar usaha dalam mencari sumber air tidak sia-sia. Masyarakat sering kali mengalami kegagalan ketika hendak membuat sumur lubang maupun sumur pompa. Padahal, mereka telah menggali atau memasukkan pompa ke dalam tanah sedemikian dalam. Salah satu kegagalan itu disebabkan masyarakat tidak mengenali karakteristik tanah dan zona air tanah. Hal itu bisa dimaklumi. Pasalnya, di daerah dengan ketinggian tertentu, sulit ditemukan air tanah.

Pada tanah dengan karakteristik permeable atau kedap air, akan sulit ditemukan air tanah bebas, yaitu air tanah yang bisa ditemukan dengan menggali sumur biasa. Untuk menemukan lapisan akuifer, yaitu lapisan aliran air tanah di bawah lapisan kedap air dan menembus lapisan kedap air, biasa nya ditempuh cara pengeboran.

Sayangnya, cara itu kurang efektif karena air tanah tidak ditemukan pada kondisi tanah seperti itu. Oleh karena itu, agar air tanah dapat dengan mudah ditemukan tanpa perlu menggali lebih dalam, sebaiknya terlebih dahulu diketahui zonasi air tanah.

Secara teori, air tanah dengan mudah ditemukan di wilayah luahan atau discharge zone. Wilayah luahan ialah daerah tempat tertampungnya air, dan air tersebut relatif terus berdiam di tempat tersebut. Pada daerah itu, biasanya terdapat mata air, namun pada daerah resap an air tidak ditemukan air tanah.

Menurut Rachmat Fajar Lubis, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), secara umum peresapan air tanah dimulai ketika air hujan jatuh ke tanah yang memiliki kemampuan menyerap.

Daerah itu merupakan recharge zone bagi air hujan untuk masuk ke dalam tanah lewat bantuan gravitasi Bumi. Air hujan itu masuk melalui pori-pori tanah, celah batuan, atau rekahan pada batuan atau tanah. Proses penyerapan itu akan terakumulasi pada titik kedap air. Pada titik itu, air tidak menembus ke bawah karena tidak ada lagi pori-pori atau rekahan sebagai jalan masuk.

Karena banyaknya air yang terkumpul, area tersebut kerap disebut dengan zona jenuh air atau saturated zone. Fajar menjelaskan pergerakan atau aliran air tanah itu menjadi kunci dalam menentukan apakah suatu daerah mengandung banyak air tanah atau tidak.

Perlu dicatat, tidak seluruh daerah memiliki potensi air tanah alami yang baik, ujarnya. Namun, sayangnya, zona air sepertinya sering hilang akibat ulah manusia. Di beberapa wilayah, semisal wilayah padat penduduk dan kawasan industri, air tanah mengalami eksploitasi berlebihan. Setiap hari, dari siang hingga malam, masyarakat mengambil air tanah dengan menggunakan pompa-pompa listrik.

Akibatnya, daerah tersebut kehilangan banyak air dan menjadi kering. Selain kekeringan, eksploitasi yang berlebihan terhadap air tanah bisa menyebabkan penurunan muka tanah. Tanah menjadi ambles beberapa sentimeter ke bawah. Kondisi itu terjadi di beberapa kota pantai, seperti Semarang dan Jakarta. Menurut Fajar, daerah resapan air merupakan tempat masuknya air ke dalam zona jenuh.

Air itu akan membentuk garis khayal yang disebut dengan muka air tanah. Dengan kata lain, air masuk ke daerah luahan. Bisanya cara untuk menentukan luahan air ialah dengan melihat tekanan air berlawanan dengan daerah luahan yang akan mengalami kenaikan tekanan.

Kondisi itu dapat diaplikasikan pada saat mengukur tekanan air di suatu lubang bor secara vertikal, kata Fajar. Namun, Fajar mengatakan untuk mengaplikasikan konsep yang sudah ada masih sulit. Teori lama yang menyebutkan bahwa air akan mengalir dari daerah dengan topografi tinggi ke rendah tidak selalu berlaku. Pasalnya, selain topografi , air tanah dikendalikan oleh kondisi geologis.

Misalnya, air laut yang kini mengalir ke daratan yang lebih tinggi bisa menjadi contoh bahwa topografi rendah mampu mengalirkan air ke topografi tinggi.

Tiga Kelompok

Lantaran beberapa fenomena terbaru itulah Fajar kemudian mempelajari model aliran air tanah. Agar proses analisis lebih akurat, dia mengklasifikasikan air tanah ke dalam tiga kelompok, yakni aliran air tanah regional, transisi, dan lokal.

Aliran air tanah regional adalah aliran air tanah secara umum. Aliran itu turun langsung ke daerah luahan dan berada di satu cekungan yang sama.

Di daerah antara dua pegunungan dan di bibir-bibir sungai, sering terdapat aliran air tanah regional yang ber ujung pada daerah luahan.

Aliran air tanah lokal terjadi karena adanya perbedaan kondisi alam yang bervariasi. Dengan demikian, pola alirannya pun berbeda-beda atau acak. Luas wilayah dari aliran tanah lokal itu sangat bervariasi sehingga perlu ketelitian untuk mengetahui aspek-aspek yang memengaruhinya.

Aliran air tanah transisi merupakan aliran yang dapat berfluktuasi mengikuti aliran regional atau lokal, bergantung pada beberapa parameter alam yang ada yang dihubungkan dengan jejaring air tanah atau flow net.

Fajar yang menyandang gelar doktor dari Universitas Chiba, Jepang, itu mengatakan daerah lokal yang memiliki pola sangat bervariasi menunjukkan aliran air tanahnya dipengaruhi oleh gravitasi, topografi , dan geologi.

Secara geologi, struktur batuan dan rekahan tanah di daerah tersebut memengaruhi kondisi aliran air.

Daerah regional, yang memiliki aliran teratur dari daerah resapan di wilayah atas mengalir ke bawah hingga ke luahan air, menunjukkan bahwa aliran air tanah hanya dipengaruhi oleh kondisi gravitasi.

Agar seseorang dapat menentukan mana daerah aliran, daerah resapan, dan daerah luahan, diperlukan kajian yang lebih mendalam. Artinya pengetahuan tentang pengaruh topografi , gravitasi, dan geologi daerah seyogianya dimiliki.

Metode fisika merupakan salah satu metode untuk merekonstruksi pola sebaran lapisan akuifer. Cara nya melalui pengukuran geolistrik seperti pengukuran tanah, induce polarization atau polarisasi listrik pada permukaan mineral, dan peng ukur an seismik dengan georadar.

Metode lain yang bisa diterapkan ialah metode kimia dengan cara merunut pola pergerakan air tanah. Ketika air tanah melawati suatu media, air akan membawa mineral dari batuan atau tanah yang dilewatinya.

Perunutan dilakukan dengan menganalisis mineral yang dibawa air tanah. Sebelum melakukan pengeboran, kedua metode itu hendaknya dipakai agar penentuan area air tanah bisa lebih akurat.

Dengan demikian, upaya pengeboran pun tidak akan sia-sia dan merusak lingkungan sekitar.

Sebelum mempelajari tentang bagaimana cara menentukan titik sumber air, sebaiknya dipahami terlebih dahulu cara memilih lokasi sumur yang baik untuk sumber air bersih.

Pemilihan lokasi sumur yang baik :

  • Tidak berdekatan dengan wc, toilet, kamar mandi dan saluran air kotor agar tidak terjadi kontaminasi saluran pembuangan dengan jaringan sumur air tanah.
  • Jarak yang tepat untuk memisahkan antara lubang sumur air yang akan dibuat dengan area resapan toilet yang terdekat adalah minimal 5 meter jika tanah di sekitar lokasi adalah tanah liat dan minimal 7,5 meter jika tanahnya berpasir.
  • Untuk sumur bor hendaknya dipasang pipa cassing mulai dari permukaan tanah hingga kedalaman air untuk menghindari resapan dari air permukaan tanah dan merusak kualitas sumber air bersih.

Selanjutnya adalah beberapa teknik atau cara untuk menentukan titik sumber air tanah dengan alat alat sederhana.

Menentukan titik sumber mata air sumur bor dengan menggunakan garam

Letakkan satu hingga dua genggam garam dapur dilokasi tanah yang akan di bor pada malam hari kemudian ditutup rapat dengan kaleng yang ditengkurapkan selama 7 hingga 8 jam.

Sebaiknya membuat titik uji lebih dari satu tempat agar keseokan harinya dapat dipilih mana lokasi yang paling tepat dan sesuai dengan yang diinginkan.

Setelah pagi hari perhatikan garam yang telah diletakkan dan amati titik mana yang menyisakan garam paling sedikit atau bahkan sampai habis yang artinya di situlah titik yang paling potensial untuk memperoleh sumber air bersih.

Menentukan titik sumber mata air menggunakan daun pisang

Ambil beberapa lembar daun pisang dan letakkan pada beberapa titik yang akan di bor atau digali pada sekitar jam 9 atau jam 10 malam. Pagi harinya Anda lihat embun yang menempel pada daun pisang tersebut (pada bagian bawah daun). Semakin banyak embun yang menempel pada daun maka semakin banyak debit air bawah tanah tersebut.

Namun jika daunnya tetap kering berarti tidak ada sumber air di bawah daun tersebut jadi Anda harus mencari lokasi lain sampai tepat dan barulah melakukan pengeboran air tanah. Cara ini sebenarnya adalah menggunakan teknik analisa kelembaban.

Dari kedua cara diatas memang tidak ada kajian yang dapat memberikan kepastian ketepatan yang sempurna. Namun setidaknya telah banyak dilakukan oleh para tukang sumur bor yang memiliki pengalaman dengan metode tersebut dan memperoleh hasil yang tidak mengecewakan.

Dengan perkembangan jaman dan teknologi, penentuan sumber air tanah bisa dengan menggunakan alat khusus untuk menentukan sumber air. Alat tersebut adalah Soil Water Potential Locator, dengan menggunakan deteksi digital kita bisa menemukan titik tanah yang mengandung air.

Tags: , ,

Bagikan ke

Metode Mencari Lokasi Sumber Air Tanah dengan Akurat

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Metode Mencari Lokasi Sumber Air Tanah dengan Akurat

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: