● online
- Digital Thermometer AMT136
- High Speed Refrigerated Centrifuge GTR Serials
- Sponge Hardness Tester SHORE F (hold peak) Duromet
- Manual Tablet Hardness Tester YD-1X
- Small Electric Laboratory Thresher
- Digital Melting Point Tester RY-1
- Soil Salinity Meter
- Soil Test Kits Nutrient Npk Tester Soil Fertilizer
Pengolahan Tanah Tanaman Padi
Pengolahan tanah bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini, dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang (galengan) sawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman.
I. Tahapan pengolahan tanah
Tahapan pengolahan tanah sawah pada prinsipnya mencakup kegiatan–kegiatan sebagai berikut :
1. Perbaikan Pematang/Galengan dan Saluran
Sebelum penggarapan tanah dimulai, Pematang/Galengan harus dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki, dan dibuat cukup tinggi. Fungsi utama untuk menahan air selama pengolahan tanah agar tidak mengalir keluar petakan, sebab dalam penggarapan tanah air tidak boleh mengalir keluar. Fungsi selanjutnya berkaitan erat dengan pengaturan kebutuhan air selama ada tanaman padi.
Baca juga : Pertanian Lahan Kering
Saluran atau parit diperbaiki dan dibersihkan dari rumput-rumput. Kegiatan ini bertujuan agar dapat memperlancar arus air serta menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk ke dalam petakan. Sisa jerami dan sisa tanaman pada bidang olah dibersihkan sebelum tanah diolah.
2. Pencangkulan
Setelah dilakukan perbaikan Pematang/Galengan dan Saluran, tahap berikutnya adalah pencangkulan. Sudut–sudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajak atau traktor. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahan tanah.
3. Pembajakan dan Penggaruan
Pembajakan dan Penggaruan merupakan kegiatan yang berkaitan. Kedua kegiatan tersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanam padi.
a. Pembajakan
Alirkan air pada petakan sawah seminggu sebelum pembajakan, untuk melunakan tanah dan menghindarkan melekatnya tanah pada mata bajak. Terlebihdahulu dibuat alur ditepi dan ditengah petakan sawah agar air cepat membasahi saluran petakan. Kedalaman dalam pembajakan ± 15-25 cm. Hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur.
Adapun manfaat dari pembajakan adalah sebagai berikut :
- Pemberantasan gulma, sebab dengan pembajakan tumbuhan dan biji gulma akan terbenam.
- Menambah unsur organik, karena pupuk hijau yang berasal dari rumput akan terbenam dan tercampur dengan tanah.
- Mengurangi pertumbuhan hama penyakit.
Setelah dibajak tanah segera harus digenangi, untuk mempercepat pembusukan sisa-sisa tanaman dan menghindari hilangnya nitrogen juga melunakan bongkahan tanah yang disebabkan pembajakan. Penggenangan dilakukan selama kira-kira seminggu.
Baca juga : Unsur Hara Makro dan Mikro Yang Dibutuhkan Oleh Tanaman
b. Penggaruan
Sebelum penggaruan dimulai, terlebihdahulu air didalam petakan dibuang, ditinggalkan sedikit untuk membasahi bongkahan bongkahan tanah. Selama penggaruan, saluran pemasukan dan pembuangan air harus ditutup, untuk menjaga supaya sisa air jangan sampai habis keluar dari petakan.Dengan cara menggaru tanah memanjang dan melintang, bongkahan-bongkahan tanah dapat dihancurkan. Dengan penggaruan yang berulang-ulang :
- Peresapan air ke bawah dikurangi
- Tanah menjadi rata
- Penanaman bibit menjadi mudah
- Rumput-rumput yang ada akan terbenam
Setelah penggaruan pertama, sawah digenangi lagi selama 7-10 hari
c. Perataan
Proses perataan sebenarnya adalah penggaruan yang kedua, yang dilakukan setelah lahan digenangi 7-10 hari. Pengaruan yang kedua ini dilakukan dengan maksud :
- Meratakan tanah sebelum tanam pindah
- Membenamkan pupuk dasar guna menghindari denitrifikasi
- Melumpurkan tanah dengan sempurna
Tahapan pengolahan tanah mulai dari perbaikan pematang/galengan sampai perataan memerlukan waktu ± 25 hari atau ± sama dengan umur bibit di persemaian.
II. Secara umum pengolahan tanah meliputi 3 fase
- Penggenangan tanah sawah sampai tanah jenuh air.
- Membajak sebagai awal pemecahan bongkah dan membalik tanah.
- Menggaru untuk menghancurkan dan melumpurkan tanah.
Untuk 3 fase pengolahan tanah tersebut menggunakan 1/3 kebutuhan air dari total kebutuhan air selama pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah dengan cara basah yaitu tanah sawah dibajak dalam keadaan basah dan digaru memanjang dan menyilang sampai tanah melumpur dengan baik. Pengolahan tanah paling lambat 15 hari sebelum pemindahan bibit.
III. Ciri-ciri tanah telah selesai diolah dan siap untuk ditanami
- Tanah terolah sampai berlumpur
- Air tidak lagi banyak merembes ke dalam tanah
- Permukaan tanah rata
- Pupuk tercampur rata
- Bersih dari sisa gulma dan tanaman
Setelah persiapan lahan selesai maka bibit pun siap ditanam. Bibit dianjurkan untuk ditanam semuda mungkin, biasanya dipindah saat umur 20 hari. Ciri bibit yang siap dipindah ialah berdaun 5-6 helai, tinggi 22-25 cm, batang bawah besar dan keras, bebas dari hama dan penyakit sehingga pertumbuhannya seragam. Bibit ditanam dengan cara dipindah dari bedengan persemaian ke petakan sawah, dengan cara bibit dicabut dari bedengan persemaian dengan menjaga agar bagian akarnya terbawa semua dan tidak rusak. Setelah itu bibit dikumpulkan dalam ikatan-ikatan lalu ditaruh disawah dengan sebagian akar terbenam ke air.
Lain halnya jika menggunakan transplanter, bibit bisa di tanam pada umur 14 – 16 setelah semai.
1. Pengolahan Tanah Padi Gogo
Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan 2 kali, pengolahan lahan pertama dilakukan pada musim kemarau atau setelah terjadi hujan pertama yang dapat melembabkan tanah dan yang kedua saat menjelang tanam. Cara pengolahan tanah dapat dengan dicangkul, atau menggunakan traktor/ ternak secara singkal, selanjutnya lahan dibiarkan. Bila sudah turun hujan kontinyu yang memungkinkan untuk tanam, lahan diolah lagi untuk menghaluskan bongkahan sambil meratakan tanah sampai siap tanam.
Bila kondisi lahan berlereng sampai bergelombang, setelah pengolahan tanah pertama perlu dilakukan pembuatan teras gulud atau diadakan perbaikan teras yang rusak. Pada guludan atau bibir teras diusahakan menanam tanaman penguat teras berupa rumput unggul yang secara periodik dapat dipangkas untuk pakan ternak.
Pada lahan yang terbuka dan relatif datar perlu dibuat bedengan memanjang, dengan lebar bedengan sekitar 5 m dan antar bedengan dibuat saluran sedalam 20 m yang akan berfungsi sebagai saluran drainase.
2. Penyiapan Tanpa Olah Tanah (TOT)
Penyiapan tanpa olah tanah (TOT) dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
a. Dengan cara tebas:
- Gulma atau rumput ditebas dengan tajak besar disaat lahan berair.
- Rumput dibiarkan terhampar membusuk selama 2 minggu, setelah itu digumpal dan dibiarkan dua minggu kemudian gumpalan dibalik lagi. Setelah gumpalan rumput membusuk seluruhnya, lalu gumpalan rumput tersebut dihamparkan secara merata pada seluruh permukaan petakan sumber hara tanaman.
- Setelah dibiarkan beberapa hari lahan siap ditanami dengan bibit padi.
b. Dengan cara pemakaian Herbisida:
- Sewaktu penyemprotan herbisida, petakan diusahakan tidak digenangi air, dengan demikian penyemprotan harus lebih awal sebelum hujan atau air pasang datang menggenangi petakan.
- Gulma dapat disemprot dengan herbisida non selektif seperti glifosat atau paraquat.
- Penyemprotan dilakukan lebih awal agar waktu tanam padi tidak tertunda karena menunggu gulma membusuk.
Manfaatnya adalah dapat mengefisienkan tenaga kerja, dapat mengkonversi lahan sehingga degradasi atau tingkat penurunan kesuburan lahan serta munculnya keracunan besi dapat dikendalikan.
Tags: Pengelolaan Tanaman Padi, Pengujian Tanah Sawah, Pertanian Tanah Sawah
Pengolahan Tanah Tanaman Padi
Sebagai alternatif penggunaan pupuk kimia, petani diharapkan bisa membuat pupuk organik cair. Kementerian Pertanian melakukan antisipasi agar ketersediaan pangan aman... selengkapnya
PUTK atau Perangkat Uji Tanah Kering adalah alat praktis yang dirancang untuk mengukur kandungan unsur hara dalam tanah secara cepat... selengkapnya
Mikroskop digital bisa dikatakan merupakan jenis mikroskop model baru yang dilengkapi dengan kamera digital. Mikroskop jenis ini terhubung dengan kamera... selengkapnya
Makanan Mengandung Formalin sangatlah berbahaya ketika dikonsumsi dan masuk ketubuh manusia. Penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) sudah lazim digunakan. BTP... selengkapnya
Keladi Hias dan Cara Merawatnya – Trend tanaman hias selama pandemi memang terus berkembang, mulai dari aglonema terus merambah ke... selengkapnya
Setelah dipanen, gabah padi perlu dirontokkan, dikeringkan, dan digiling terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air gabah... selengkapnya
Manfaat Pupuk NPK Untuk Tanaman dan Kandungannya, banyak jenis pupuk yang beredar di pasaran, mulai dari pupuk kimia sampai dengan... selengkapnya
Tanah Rawa adalah lahan genangan air secara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri... selengkapnya
Uji kekerasan Barcol atau Barcol Hardness Tester mencirikan kekerasan lekukan material melalui kedalaman penetrasi indentor, yang dimuat pada sampel material... selengkapnya
Alat Pengukur cuaca atau yang biasa disebut Weather Station merupakan salah instrument pengukuran keadaa lingkungan. Alat ini bisa digunakan untuk... selengkapnya
Professional 3 Angles Gloss meter AMN66 mempunyai kualitas tinggi telah memenuhi standar ISO2813, ASTMD523, DIN67530 dan GB9754, GB9966, GB/T13891, dapat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Thermometer AMT136 digunakan untuk mengukur carian yang bersuhu tinggi atau rendah, dilengkapi dengan probe baja yang bisa dicelupkan untuk… selengkapnya
*Harga Hubungi CS2 Angles 20/60 Degree Gloss meter GM-26 (Build In Sensor) GM-026 (Separated Sensor) Aplikasi : 2 Angles 20/60 Degree Gloss… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMicro Plate Centrifuge AMT-M01 adalah centrifuge instan mini unik yang dirancang khusus untuk pelat mikro 96 lubang. Ini dapat dengan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSmall Electric Laboratory Thresher adalah Perontok atau pemipil bijian serbaguna dengan meggunakan listrik kecil yang digunakan di Laboratorium untuk perontok,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Corrosion Tester AMT810E – Korosi sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Korosi merupakan nama lain dari karatan. Korosi paling… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPortable Magnetic Particle Flaw Detector CJX-A banyak digunakan dalam industri pembuatan pesawat terbang, ketel dan bejana tekan, listrik, ladang minyak,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Keasaman pH Meter Daging dan Keju AMT16M – Daging merupakan sumber makanan yang mempunyai kandungan gizi yang sangat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBlack White Densimeter adalah alat untuk mengukur tingkat kecerahan pada film. Densitometer hitam-putih ini digunakan untuk mengukur kegelapan film; ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPortable ATP Hygiene Hygiena Monitoring System EnSURE adalah sistem pemantauan kualitas yang menggunakan satu platform instrumen untuk mengumpulkan, menganalisis, dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.