● online
- Digital Refractometer RHB Series
- Portable Magnetic Particle Flaw Detector CJX-A
- Alat Pengukur Getaran Vibration Meter VM63A
- Audio Cable Tester NF388
- Digital Oxygen Bomb Calorimeter XRY-1A+
- Soil Test Kits Nutrient Npk Tester Soil Fertilizer
- Alat Pengukur Kadar Air Kopi, Kakao, Jagung SR6828
- Alat Penguji Penyakit Tanaman
Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu
Beras adalah bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam. Sekam secara anatomi disebut ‘palea’ dan ‘lemma’. Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya terlepas dari isinya. Agar beras aman kite perlu mengetahui Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu.
Hampir setiap rumah akan menyimpan beras untuk makan sehari-hari. Sayangnya, salah teknik penyimpanan hanya akan membuat beras menjadi lembap dan berkutu. Tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, para penjual perlu tahu cara menyimpan beras bebas kutu agar awet dan tahan lama.
Menyimpan beras yang baik juga bisa menghindari beras jadi berbau apek dan berjamur. Beras yang lembap dan apek akan tidak pulen saat ditanak nantinya. Aroma nasi yang bau juga akan mengurangi selera makan sehingga memengaruhi kualitas beras yang dikonsumsi.
Saat membuka tempat penyimpanan beras, Anda mungkin pernah menemukan kutu atau serangga lain muncul di sela-sela beras. Karena hal tersebut, beras jadi berbau tak sedap. Kalau sudah begitu, bisa jadi cara menyimpan beras yang Anda lakukan selama ini ternyata salah.
Hal ini tentunya akan memengaruhi kualitas beras yang akan kamu konsumsi. Beras yang sudah berkutu dan berjamur tidak lagi memiliki rasa yang pulen saat selesai dimasak, bahkan cenderung berbau. Gizinya pun juga sudah berkurang. Oleh karena itu, menyimpan beras dengan cara yang tepat wajib diterapkan.
Cara menyimpan beras harus memperhatikan tempat, kebersihan, dan bahan tambahan yang diperlukan. Selain itu, saat membeli beras pastikan untuk membeli beras yang masih baru dan kualitasnya bagus. Beras yang kualitasnya rendah dan sudah lama, rentan sekali terkena kutu beras.
Dari Mana Asal Kutu Beras ?
Pasti kamu bertanya-tanya juga dari mana asalnya kutu beras. Mungkin kamu sudah mengira bahwa beras yang dibeli dari warung kelontong, minimarket, hingga pasar swalayan sudah bersih dan bebas dari kutu. Namun, kutu mendadak hadir setelah beras disimpan dalam tiga sampai empat hari kemudian.
Melansir laman University of Minnesota, ada dua hal yang dapat menjadi penyebab munculnya kutu beras. Pertama, Anda mungkin tidak sadar bahwa beras yang Anda beli sebenarnya sudah tercampur dengan telur kutu.
Telur kutu ini kemungkinan berasal dari tanaman padi. Saat tanaman padi dipanen, telur kutu tersebut terbawa ke dalam beras yang Anda beli. Telur kutu lalu menetas, tapi kutu masih terlalu kecil atau tersembunyi di dalam butiran beras sehingga tidak terlihat.
Kedua, beras yang Anda beli awalnya memang bersih, tetapi kutu beras menyelinap masuk ke dalam tempat penyimpanan beras. Ini sebabnya cara menyimpan beras turut andil dalam menentukan kualitas dan ketahanan beras tersebut.
Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu
1. Sediakan wadah penyimpanan yang bersih
Pastikan wadah penyimpanan makanan dalam kondisi bersih. Perhatikan secara saksama hingga ke sela-selanya, apakah terdapat kutu atau tidak. Bersihkan seluruh permukaan wadah dan keringkan dengan lap bersih sebelum digunakan.
2. Periksa kebersihan wadah di sekitarnya
Periksa juga kebersihan wadah penyimpanan kering lainnya, misalnya kacang, tepung, pasta, atau biji-bijian. Jika ada bahan makanan kering yang mengandung kutu, segera jauhkan dari penyimpanan beras agar kutu tidak berpindah dan mengotori beras.
3. Segera pindahkan beras ke wadah tertutup
Cara menyimpan beras yang benar yakni dengan memakai wadah tertutup, misalnya stoples besar, wadah plastik, atau tempat penyimpanan beras khusus. Wadah yang lembap dan tidak kedap udara dapat menarik kutu dan serangga lain untuk masuk ke dalam beras.
4. Masukkan wadah ke dalam kulkas
Beras termasuk makanan yang tahan lama dalam suhu ruangan, tapi sebaiknya masukkan wadah penyimpanan beras ke dalam kulkas paling tidak selama seminggu. Langkah ini bertujuan untuk membunuh telur atau larva yang ada di dalam beras.
Semoga Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu bisa bermanfaat, agar beras yang kita miliki tidak berkutu dan selalu enak ketika dikonsumsi. Bagi teman yang mempunyai Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu yang lain bisa mengisi di kolom komentar.
Tags: Cara Menyimpan Beras Yang Baik, Cara Menyimpan beras yang benar, Tips Memilih Beras Yang enak
Tips Menyimpan Beras Agar Tidak Berkutu
Soil Drillers Kit bukan sekadar alat pengambil sampel tanah; ini adalah kunci untuk memahami karakteristik tanah secara mendalam. Bagi petani... selengkapnya
Mengenal Hama Wereng Coklat – Wereng cokelat (Nilaparvata lugens) adalah salah satu hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, terutama... selengkapnya
Keladi Hias dan Cara Merawatnya – Trend tanaman hias selama pandemi memang terus berkembang, mulai dari aglonema terus merambah ke... selengkapnya
Efek Pada Tubuh Saat Mengkonsumsi Makanan Berformalin adalah banyak zat kimia yang masuk ke tubuh kita. Seperti kita ketahui bersama... selengkapnya
Jika diartikan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sanitasi adalah sebuah upaya yang dapat dilakukan untuk menjadikan atau menciptakan suatu... selengkapnya
Hidup Normal dengan Kondisi Baru adalah kehidupan kita di saat ini. Sebagaimana kita ketahui bersama, pendemi virus corona atau Covid-19... selengkapnya
Korosi Pada Besi dan Cara Pencegahannya bisa kita lakukan sendiri asal kita mengetahui caranya. Besi merupakan salah satu bahan utama... selengkapnya
Beras adalah bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam. Sekam secara anatomi disebut ‘palea’ dan ‘lemma’. Pada salah satu... selengkapnya
Menghitung benih dalam jumlah besar merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Untuk menunjang kebutuhan praktikum siswa di SMK Pertanian, Counting... selengkapnya
Vaksin Corona Akhirnya Ditemukan, Pandemi corona sudah berlangsung berbulan-bulan, di mulai Bulan Desember 2019 di Wuhan Cina sehingga dinamakan COVID-19... selengkapnya
Handheld Homogenizer MT-13K-L AMT-M16 Aplikasi : Cocok untuk menggiling berbagai sampel jaringan tanaman seperti akar, batang, daun, bunga, buah, biji,… selengkapnya
*Harga Hubungi CS7 IN 1 Professional pH/ORP/Conductivity/TDS/Temp Meter PC900 adalah kombinasi sempurna dengan teknologi elektronik yang paling canggih, teknologi sensor dan desain… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Deteksi Gas Karbon Monoxide, Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSCable Length Tester NF868 digunakan untuk menguji dan mengecek jaringan kabel yang panjang, untuk mengetahui apakah jaringan tersebut berfungsi dengan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPortable Ultrasonic Flaw Detector MFD350B adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menguji tingkat keretakan pada material. Instrumen ini dapat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSWire Tracker/CCTV Tester AMF076 AMF077 adalah alat tarcker yang digunakan untuk mengecek sambungan kabel CCTV, yang biasanya panjang dan banyak… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLux Meter Digital AMA002 alat yang sangat akurat digunakan untuk mengukur intensitas cahaya atau penerangan pada suatu ruangan tertentu, dilengkapi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSUV Fluorescent Chlorophyll Sensor for Aquatic Ecosystem Monitoring atau Sensor Klorofil Fluoresens UV untuk Pemantauan Ekosistem Akuatik, Sensor klorofil presisi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMutu adalah kesesuaian dengan spesifikasi yang ada, yang harus memenuhi keinginan pembeli. Spesifikasi dapat ditentukan oleh produsen atau konsumen. Ini… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSound Level Meter SL-5868P adalah instrument yang berfungsi untuk mengukur kebisingan, suara yang tak dikehendaki, atau yang dapat menyebabkan rasa… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.