● online
Panen Jagung dan Pasca Panen Jagung
Panen Jagung dan Pasca Panen Jagung merupakan kegiatan yang menentukan terhadap kualitas dan kuantitas produksi, kesalahan dalam penanganan panen dan pasca panen dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar bahkan produk kehilangan nilai ekonomi. Karena itu penanganan panen dan pasca panen secara benar perlu mendapat prioritas dalam proses produksi usahatani jagung.
Masalah utama dalam penanganan pasca panen jagung di tingkat petani adalah masih tingginya kehilangan hasil mulai dari panen sampai pasca panen. Hal ini disebabkan terbatasnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam penanganan panen dan pasca panen serta alsin yang cukup mahal.
Penanganan pasca panen yang tepat diperlukan untuk mendapatkan jagung yang bermutu tinggi dan menekan kehilangan hasil. Penanganan yang kurang baik akan menyebabkan kerusakan biji sehingga menurunkan mutu dan harga jagung. Teknologi penanganan pasca panen dapat menekan tingkat kehilangan kuantitatif dan kualitatif, serta menentukan derajat pencapaian peningkatan mutu.
Tahapan Panen Jagung dan Pasca Panen Jagung
-
Pemanenan Jagung
Pada proses pemanenan, penentuan umur panen merupakan hal yang perlu diperhitungkan karena bila jagung dipanen sebelum waktu panen akan menyebabkan banyak butir muda yang belum masak terpanen, sehingga kualitas jagung menurun begitu pula dengan daya simpannya juga akan menurun. Sebaliknya bila dipanen melebihi umur panen, jagung akan mengalami degradasi nutrisi yang mengakibatkan kenaikan kehilangan hasil serta ancaman dari tumbuhnya jamur (Aspergillus sp.) dan cendawan dengan tanda-tanda klobot dan atau biji berwarna kehitam-hitaman, putih dan kehijauan [1]. Ciri-ciri jagung yang telah memasuki umur siap panen yaitu a) jagung berumur 7-8 minggu setelah berbunga [2], b)daun dan batang tanaman mulai menguning dan berwarna cokelat pada kadar air 35-40% [1]. Penentuan umur panen juga dapat bervariasi berdasarkan varietas jagung yang ditanam.
Alat dan mesin yang digunakan dalam proses pemanenan jagung meliputi sabit (konvensional) dan alat pemanen jagung / corn harvester (modern) yang pada tahun 2015 telah mendapat pujian dari Menteri Pertanian dikarenakan dengan menggunakan alat pemanen ini dapat menekan biaya panen hingga 60% [3]. Untuk pemanenan dengan cara konvensional menggunakan sabit terdapat dua tipe pemanenan yaitu jagung tongkol dengan klobot dan pemanenan jagung tongkol tanpa klobot. Pada pemanenan jagung dengan klobot, jagung berkadar air tinggi yaitu berkisar 30-40% dan jagung disabit setinggi pinggang, lalu jagung segera dipetik dan dipisahkan dari kelobotnya. Jagung yang sudah bersih kemudian dimasukkan dalam keranjang. Sedangkan untuk jagung tanpa klobot, jagung berkadar air rendah berkisar 17-20% dan jagung dipisahkan terlebih dari klobotnya terlebih dahulu lalu dipetik jagung tanpa harus menyabit batang jagung terlebih dahulu.
-
Pengeringan jagung
Jagung yang berasal dari proses pemanenan biasanya memiliki kadar air yang terlalu tinggi dan amat berbahaya pada proses penyimpanan. Pengeringan diperlukan untuk mengurangi kadar air bahan sehingga aman untuk disimpan. Dengan pengeringan jagung juga lebih mudah untuk dipipil. Pengeringan pada jagung dapat dilakukan dalam beberapa tahap yaitu a) pengeringan jagung tongkol di lahan, cara ini biasanya digunakan para petani di daerah yang memiliki karakteristik tadah hujan dan kering yang periode perisapan penanaman berikutnya tidak mendesak, b) pengeringan dalam bentuk jagung tongkol, dan c) pengeringan dalam bentuk jagung pipilan [1]. Untuk pengeringan jagung tongkol sendiri terbagi menjadi 2 bentuk yaitu jagung tongkol berkelobot dan jagung tongkol tanpa kelobot, namun perlu diperhatikan bahwa pengeringan jagung tongkol berkelobot tidak dianjurkan karena memakan waktu yang lama dan hasilnya tidak baik.
Dalam pengeringan jagung terdapat dua metode pengeringan yaitu pengeringan dengan cara konvensional yaitu dengan pengeringan sinar matahari langsung dan cara modern dengan menggunakan alat pengeringan khusus jagung contoh bed dryer, recirculation batch dryer, dan continuous mix flow dryer, dan lain sebagainya. Pengeringan jagung dalam bentuk tongkol tanpa kelobot diusahakan mencapai kadar air 17-18% dan pengeringan jagung pipil dilakukan hingga mencapai 14-15%.
-
Pemipilan Butir Jagung
Pemipilan jagung berfungsi untuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Pemipilan ini dapat dilakukan dengan cara manual dengan tenaga manusia maupun secara mekanis dengan menggunakan mesin pemipil. Pemipilan jagung manual dilakukan dengan tangan, tongkat pemukul, gosrokan, pemipil besi putarm pemipil besi bergerigi dan alat pemipil jagung sederhana lainnya. pemipilan menggunakan tangan oleh seorang wanita dewasa menghasilkan 2-9 kg biji jagung per jam tergantung dari keahliannya. Cara memipil dengan tangan adalah jagung tongkol dipegang dengan tangan kiri. Kemudian dengan tangan kanan biji jagung dilepas dari janggelnya, gunakan ibu jari untuk menekan dan mendorong jagung.

Alat pemipil TPI juga dapat digunakan untuk memipil jagung secara manual. Alat yang sederhana terbuat dari papan kayu dengan ketebalan 3 cm. Penggunaan alat ini adalah jagung tongkol dipegang dengan tangan kiri dan alat pemipil dengan tangan kanan. Jagung didorong masuk ke alat lalu alat pemipil diputar. Dengan alat ini dapat dihasilkan 12-15 kg biji jagung per jam per orang. Dalam penggunaan alat ini perlu diperhatikan keseeragaman besar jagung tongkol untuk mengurangi angka kerusakan butir jagung [4].

Sedangkan alat pemipil jagung mekanis (corn sheller) memiliki banyak variasi disesuaikan dengan kapasitas pengolahan yang diinginkan dan faktor-faktor lainnya.
4. Sortasi dan Pembersihan
Sortasi dilakukan untuk mendapatkan bahan dengan kualitas yang seragam dan mengelompokkan bahan dengan kualitas yang sama. Sortasi jagung memisahkan biji jagung sehat (baik) dari biji-biji pecah, rusak, dan hampa serta untuk menyeragamkan ukuran butirannya. Proses pembersihan bertujuan untuk membersihkan butiran jagung dari kotoran seperti sisa tongkol, seresah, dan kotoran-kotoran lainnya. proses sortasi dan pembersihan dapat dilakukan dengan cara manual (konvensional) menggunakan tangan dan peralatan sederhana atau dengan menggunakan cara mekanis yaitu menggunakan alat dan mesin pertanian. Secara manual sortasi dan pembersihan pipilan jagung dapat dilakukan dengan cara : a) menggunakan tangan untuk memilih dan memisahkan jagung yang rusak, pecah, hampa, dan kotoran-kotoran yang terbawa, b) menggunakan ayakan, jagung diayak sehingga kotoran dan jagung yang berukuran kecil akan jatuh dan terpisah sesuai ukurannya.
Sedangkan untuk cara mekanis dapat dilakukan dengan menggunakan blower/winowwer. Prinsip kerja blower/winowwer adalah menghembuskan udara pada pipilan jagung sehingga kotoran-kotoran, jagung berukuran kecil, dan hampa akan terpisah satu sama lain.
5. Penyimpanan dan Pengemasan
Setelah butir jagung bersih dan memiliki kadar air yang sesuai untuk proses penyimpanan maka proses selanjutnya adalah penyimpanan. Tujuan dari penyimpanan adalah untuk menjaga kualitas yang dimiliki oleh biji-bijian, kualitas dari bijian tidak dapat ditingkatkan selama proses penyimpanan sehingga menjaga agar kualitas butir jagung baik harus dilakukan dari awal proses pascapanen. Tak dipungkiri kerusakan bijian akan terjadi selama proses penyimpanan apalagi jagung adalah bahan biologis yang mengalami proses metabolisme dan kadar air, hal ini dipengaruhi oleh lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Terdapat beberapa faktor penyebab kerusakan bijian, salah satunya adalah jamur, serangga, tikus, respirasi bijian, dan migrasi air.
Penyimpanan pada jagung terbagi menjadi 2 metode yaitu penyimpanan dalam karung dan penyimpanan curah. Secara umum kelebihan serta kekurangan dari kedua metode tersebut dapat dilihat pada tabel 2. Namun perlu diperhatikan kedua metode ini aman selama dalam pelaksanaannya semua sesuai dengan aturan.
Tabel 2. Kelebihan dan kekurangan metode penyimpanan jagung
| No. | Dalam karung | Curah |
| 1 | Fleksibel | Tidak fleksibel |
| 2 | Sebagian dapat ditangani secara mekanis | Dapat ditangani secara mekanis seluruhnya |
| 3 | Penanganan lambat | Penanganan cepat |
| 4 | Tumpahan banyak | Tumpahan sedikit |
| 5 | Modal rendah | Modal besar |
| 6 | Biaya oprasi tinggi | Biaya operasi rendah |
| 7 | Potensi kehilangan karena hama tikus tinggi | Potensi kehilangan karena hama tikus rendah |
| 8 | Pengulangan serangan hama dapat terjadi | Perlindungan terhadap serangan hama kembali lebih baik |
Setelah menentukan metode penyimpanan yang digunakan, perawatan perlu dilakukan untuk menjaga agar butir jagung tidak terserang hama dan penyakit selama proses penyimpanan. Perawatan yang dapat dilakukan meliputi aerasi dan fumigasi. Aerasi adalah pengaliran udara kedalam ruang simpan untuk menjaga kelembaban dan temperatur ruang simpan, kemudian fumigasi adalah pemberian obat dalam bentuk gas (asap) ke dalam ruang simpan untuk memberantas hama.
Syarat udara untuk aerasi adalah suhu udara rendah (dingin) dan kelembabannya juga rendah (kering). Aerasi akan menghilangkan panas, bau apek, dan uap air sehingga potensi terserang hama dan penyakit berkurang. Aerasi juga berfungsi untuk mencegah perkecambahan serta mengurangi pemakaian bahan kimia. Selanjutnya untuk fumigasi, jenis pestisida yang digunakan untuk pemberantasan hama dan serangga haruslah memenuhi syarat berikut ini [5]: a) efektif pada cara pengunaan yang ekonomis, b) tidak meninggalkan residu yang melebihi batas maksimum (MRL), c) tidak mempengaruhi kualitas, rasa, dan bau bahan pangan; dan d) tidak mudah terbakar dan menimbulkan karat. Sebagai contoh BULOG menggunakan gas metil bromida dan phosphine sebagai bahan fumigasi gudang penyimpanannya.
Ketika semua proses pascapanen dari jagung diatas sudah terlaksana maka jagung dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama dan kualitas yang tidak jauh berkurang dari awal proses pemanenan. Diharapkan kedepannya akan lebih banyak teknologi yang diterapkan pada bidang pertanian yang akan memudahkan para petani untuk mengambil hasil dari lahannya dan meningkatkan nilai tambah dari hasil panen yang didapatkannya.
Tags: Hasil Panen Jagung, Memanen Jagung Hibrida, Penanganan Pasca Panen Jagung
Panen Jagung dan Pasca Panen Jagung
Jual berbagai macam alat pengukur harga murah adalah layanan Kami, Kami CV.Berkah Amanah menyediakan berbagai macam alat pengukur harga murah... selengkapnya
Tanaman Herbal Penambah Imun Tubuh sebenarnya banyak kita temui disekitar kita. Tanaman-tanaman obat herbal telah teruji secara klinis mampu meningkatkan... selengkapnya
Menghitung benih dalam jumlah besar merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Untuk menunjang kebutuhan praktikum siswa di SMK Pertanian, Counting... selengkapnya
Distributor BOD Meter menyediakan BOD Meter dengan harga yang kompetitif. BOD Meter atau BOD Analyzer (BOD : Biochemical Oxygen Demand)... selengkapnya
Mikroskop adalah suatu benda yang sangat berguna untuk mengamati benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Jenis-jenis Mikroskop... selengkapnya
TSS (Total Suspended Solids) adalah salah satu parameter penting yang digunakan untuk mengukur kualitas air. Memahami dan mengukur TSS pada... selengkapnya
Seed Neatness Workbench adalah istilah yang merujuk pada alat atau meja kerja yang dirancang khusus untuk memisahkan, membersihkan, dan mengolah... selengkapnya
Jika membicarakan tentang transportasi tentu hal yang kita pikirkan setelahnya adalah jalan raya, karna kebanyakan transportasi memang beroperasi di darat... selengkapnya
Apa itu inkubator bakteriologis ? Di laboratorium, ada dua jenis : inkubator bakteriologis dan inkubator BOD. Inkubator bakteriologis terutama digunakan... selengkapnya
Jual Alat Pertamini Digital Murah Berkualitas Bagus untuk Anda yang ingin jual bensin eceran, jual bensin perliter, jual bensin eceran... selengkapnya
Soxhlet Extraction Fat Analyzer adalah alat khusus untuk menguji/tes kandungan lemak sesuai dengan prinsip ekstraksi soxhlet Dengan fitur ekstraksi reagen… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLow Speed Centrifuge MT-45 cocok untuk ekstraksi produk medis, bank darah, uji klinis dan serum darah, plasma, cairan tubuh dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kadar Air Bijian TK25G digunakan untuk pengukuran cepat dan akurat pada kelembaban atau kadar air bijian. Biasanya digunakan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Alcohol Tester AMT139 mudah digunakan unutk pengujian dan pengukuran kadar alkohol pada nafas manusia. Mudah diaplikasikan dan hasil pengukuran… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Getaran Mesin Vibration Meter VM-6360 merupakan salah satu alat pengukuran yang digunakan untuk mengukur getaran pada suatu mesin…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSDrone Pertanian Drone Agras EFT E616S, teknologi Drone adalah inovasi fenomenal yang terus memiliki efek luas di masyarakat saat ini,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLeeb Hardness Tester AMT67D AMT67DL adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekerasan atau tingkat kekerasan suatu benda atau bahan, dengan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Grain Moisture Meter MC-7828G merupakan alat pengukur kadar air pada bijian dilengkapi dengan probe yang berbentuk cawan memudahkan kita… selengkapnya
*Harga Hubungi CSColorimeter AMT560 General Purpose (Color Difference Meter) adalah alat pengukur jenis warna yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Viscometer NDJ-5S adalah alat yang digunakan untuk mengukur viskositas fluida atau kekentalan. Untuk cairan dengan viskositas yang berbeda dengan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.