● online
- Portable Magnetic Particle Flaw Detector CJX-A....
- Halogen Moisture Analyzer MB65....
- Portable Soil Heavy Metal Analyzer....
- Digital Salinity Meter SA287....
- Alat Uji Kandungan Amonia Nitrogen Dalam Air....
- Portable Magnetic Particle Flaw Detector CDX-III....
- Concrete Crack Depth Gauge TC200....
- Alat Pengukur Kelembaban Jagung Gabah Kedelai MC78....
Pengertian, Faktor, Proses dan Manfaat Fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan karbohidrat dari bahan anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun, yaitu klorofil. Selain yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang berfotosintesis yaitu alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari.
Faktor yang Mempengaruhi Reaksi Fotosintesis
Keberhasilan dari proses kimia fisika ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, berikut beberapa faktor yang mempengaruhi reaksi fotosintesis:
- Karbon Dioksida (CO2)
Konsentrasi karbon dioksida ternyata sangat mempengaruhi fotosintesis. Semakin tinggi konsentrasi CO2 di udara, maka reaksi fotosintesis akan semakin meningkat atau cepat.
- Klorofil
Klorofil adalah molekul alami dalam tumbuhan yang akan membantu proses fotosintesis. Semakin banyak jumlah klorofil, maka semakin cepat proses fotosintesis dalam tumbuhan tersebut. Pembentukan klorofil ini membutuhkan cahaya matahari. Sehingga saat tumbuhan
- Umur Daun
Umur daun juga bisa mempengaruhi fotosintesis. Semakin tua umur daun, maka kemampuan fotosintesis semakin berkurang. Sebab daun yang sudah tua akan mengalami penurunan kemapuan dalam merompak klorofil. BACA JUGA Mengenal Tanaman Gymnospermae Lengkap dengan Contohnya
- Cahaya
Faktor lain yang juga mempengaruhi laju fotosintesis yaitu cahaya matahari. Intensitas cahaya matahari dibutuhkan untuk membentuk klorofil. Maka tak heran, jika tanaman tidak mendapatkan penyinaran yang cukup, maka laju fotosintesisnya menjadi berkurang. Biasanya ditandai dengan warna tanaman yang lebih pucat dan pertumbuhan tidak normal.
- Air
Ketersediaan air juga mempengaruhi laju fotosintesis sebab air menjadi bahan baku dalam proses fisika kimia ini.
- Suhu
Secara umum suhu tinggi bisa membuat reaksi fotosintesis menjadi meningkat. Namun ketika suhu terlalu tinggi, fotosintesis bisa terhenti sebab enzim yang berperan dalam reaksi tersebut dapat rusak. Maka dari itu, agar proses fotosintesis berjalan lancar, suhu harus optimum.
Proses Fotosintesis
Dalam prosesnya, perubahan kimiawi ini sangat membutuhkan 4 hal ini, yaitu air, karbondioksida, klorofil, dan yang terakhir adalah sinar matahari.
- Tumbuhan memperoleh air dari dalam tanah lalu diserap oleh akar, dan dari akar disalurkan menggunakan sistem transportasi yaitu jaringan xilem dan floem. Disebar ke seluruh organ tubuh tumbuhan termasuk daun.
- Karbondioksida diperoleh dari udara yang masuk melalui stomata. Letak stomata di bagian bawah daun.
- Fotosintesis terjadi di daun.Proses fotosintesis akan terjadi ketika klorofil pada daun menangkap sinar matahari, lalu sinar tersebut digunakan untuk mengubah air dan karbondioksida menjadi gula dan oksigen.
- Gula yang dihasilkan dapat dimanfaatkan langsung oleh tumbuhan, atau bisa disimpan dalam organ lain pada tanaman, contohnya buah.
- Selain gula, oksigen yang dihasilkan keluar melalui stomata lalu ke udara. Oksigen ini lah yang digunakan manusia untuk bernafas.
- Melalui reaksi polimerisasi, glukosa atau gula yang dihasilkan melalui proses ini akan disusun menjadi zat pati atau amilum. Zat patinya akan disimpan di dalam akar tumbuhan
Jenis Reaksi dalam Proses Fotosintesis
Reaksi Terang
Reaksi terang atau reaksi hill ini sangat bergantung pada cahaya. Energi yang ditangkap oleh klorofil, digunakan agar dapat memecahkan molekul air. Pemecahan molekul air tersebut disebut dengan fotolesis.
Jenis pigmen klorofil yang berbeda-beda, hanya dapat menyerap panjang gelombang dengan besar foton (energi cahaya) yang berbeda pula. Reaksi terang berlangsung di dalam grana.
Grana adalah tumpukan tilakoid. Energi cahaya dalam grana, akan memacu pelepasan elektron dari fotosistem di dalam membran tilakoid. Didalam sel-sel daun terdapat tilakoid, dan protein serta molekul lainnya, yang akan membentuk fotosistem.
Fotosistem merupakan wadah dari ratusan molekul pigmen fotosintesis. Terdapat dua jenis fotosistem yang bekerjasama, yaitu fotosisten I dan fotosistem II, yang kemudian menghasilkan ATP dan NADPH2 sebagai produk utama dalam reaksi terang.
Dalam reaksi terang, terdapat dua kemungkinan aliran elektron, yakni jalur non-siklik dan aliran siklik. Aliran non siklik merupakan jalur utama dengan elektron mengalir dari molekul air, kemudian melalui fotosistem II dan fotosistem I.
Reaksi Gelap
Reaksi gelap atau reaksi calvin juga biasa disebut dengan istilah siklus Calvin-Benson. Disebut gelap, karena reaksi ini tidak bergantung dengan cahaya matahari.
Reaksi gelap adalah proses ATP dan NADPH yang dibuah CO2 menjadi gula. Reaksi gelap terjadi pada stroma. Di stroma terjadi fiksasi, reduksi, dan regenerasi.
Fasenya terdiri dari: pengikatan (fiksasi) CO2 – Reduksi – Pembentukan RuBP (Ribulosa Bifosfat) .
Reaksi gelap terbagi melalui beberapa tahapan, yaitu:
- Karbondioksida diikat oleh RuBp menjadi fosfogliserat (PGA).
- PGA direduksi menjadi PGAL (fosfogliseraldehida)
- PGAL akan diregenerasi menjadi glukosa dan RuBp
Manfaat Fotosintesis
Manfaat proses fotosistensis dan proses kimiawi yang terjadi di organisme autotrof tidak hanya bermanfaat bagi tumbuhan, namun juga bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup. Beberapa manfaat dari proses fotosintesis diantaranya yaitu:
1. Menghasilkan Oksigen bagi Makhluk Hidup
Dalam proses fotosintesis, tanaman juga mengeluarkan produk sampingan yaitu oksigen. Oksigen sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bernafas. Selain itu, pada saat perubahan kimiawi ini, tumbuhan akan menyerap karbon dioksida yang berasal dari polusi. Ketika karbon dioksida diserap, udara disekitar tumbuhan akan terasa semakin bersih dan segar.
2. Membentuk Buah dan Umbi pada Tumbuhan
Buah dan umbi merupakan cadangan makanan hasil dari proses kimiawi ini. Buah dan umbi juga dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan sebagai sumber makanan. Buah dan umbi mengandung vitamin dan senyawa yang bermanfaat bagi tubuh manusia.
3. Menghasilkan Glukosa
Selain oksigen dan buah, ada juga glukosa. Glukosa pada tumbuhan digunakan sebagai bahan bakar untuk membangun zat makanan lainnya. Seperti lemak atau protein. Kedua zat tersebut juga dibutuhkan oleh hewan dan manusia. Protein sangat baik untuk tubuh. Protein dapat memperbaiki sel dan meningkatkan kekebalan tubuh manusia.
4. Melembabkan Udara di Lingkungan Sekitar
Kelembaban udara 10% alami berasal dari tanaman. Kelembaban udara yang meningkat memberikan efek kepada manusia, yaitu menenangkan, mengatasi lelah, dan membuat tidur jadi lebih nyenyak.
5. Menghasilkan Bahan Makanan
Fungsi utama dari fotosintesis, yaitu menghasilkan makanan. Contohnya adalah buah, umbi-umbian dan glukosa. Kandungan zat makanan di tumbuhan sangat bermanfaat untuk dikonsumsi oleh manusia dan hewan. Inilah mengapa kemampuan tumbuhan merubah energi sinar matahari menjadi energi kimia (zat makanan) selalu menjadi mata rantai makanan.
Untuk mengetahui tingkat fotosintesis pada tumbuhan kita bisa menggunakan alat khusus Plant Photosynthesis Meter, yang dengan akurat akan mengukur dan menguji tingkat fotosintesis pada tumbuhan.
Tags: Apa itu fotosintesis, Manfaat fotosintesis, Pengertian fotosintesis
Pengertian, Faktor, Proses dan Manfaat Fotosintesis
Sebagai alternatif penggunaan pupuk kimia, petani diharapkan bisa membuat pupuk organik cair. Kementerian Pertanian melakukan antisipasi agar ketersediaan pangan aman... selengkapnya
Kemurnian Minyak Atsiri – Minyak merupakan minyak yang mudah menguap dan banyak digunakan dalam industri sebagai pemberi aroma dan rasa.... selengkapnya
Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal... selengkapnya
Pengertian dan Jenis Tanah Rawa – Salah satu bentuk kenampakan alam yang ada di antara perairan dan daratan adalah rawa.... selengkapnya
Hazelnut adalah biji yang dihasilkan dari pohon hazel atau pohon kenari. Di balik rasanya yang manis dan asin, Hazelnut juga... selengkapnya
Apa Itu Pesticide Residue Tester Meter? Pesticide Residue Tester Meter adalah alat canggih yang digunakan untuk mendeteksi sisa residu pestisida... selengkapnya
Teknik Penanganan Pasca Panen Padi adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan,... selengkapnya
Kacang-kacangan salah satu kudapan, camilan atau makanan kecil yang disukai oleh semua kalangan, mulai dari yang muda sampai yang tua.... selengkapnya
Pengendalian Hama Wereng Coklat Pada Tanaman Padi – Wereng coklat merupakan serangga hama tanaman padi yang penting sejak awa tahun... selengkapnya
Sejak dahulu, pertanian Indonesia menjadi andalan dalam menyediakan pangan yang berkualitas. Dengan tanah yang subur, segala jenis pertanian punya potensi... selengkapnya
Seed Germinator Chamber / Incubator adalah Alat Tes perkecambahan untuk menentukan persentase benih yang hidup di setiap lot benih. Tingkat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kadar Air Bijian TK25G digunakan untuk pengukuran cepat dan akurat pada kelembaban atau kadar air bijian. Biasanya digunakan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSuperficial Rockwell Hardness Tester – Kekerasan merupakan karakteristik bahan, bukan properti fisik yang mendasar. Ini didefinisikan sebagai perlawanan terhadap indentasi,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSShore Hardness Tester Untuk Busa dan Bahan Lembut SR1510F mempunyai sensor pengukuran kekerasan yang sangat sensisitif. Alat ini diciptakan secara… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFruit Acidity Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman (pH) dan kadar asam dalam buah. Alat ini penting… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Cahaya Lux Meter LX1330B adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya intensitas cahaya di suatu tempat. Besarnya intensitas… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPlant Photosynthesis Meter 3051C fungsi utama digunakan dalam industri profesional dan eksperimen ilmiah seperti pertanian, kehutanan, hortikultura, mikroorganisme dan serangga. Konsentrasi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMagnetic Stirrer adalah perangkat alat laboratorium yang menggunakan medan magnet berputar menyebabkan batang pengaduk (juga disebut “Flea”) direndam dalam cairan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSDigital Viscometer NDJ-5S adalah alat yang digunakan untuk mengukur viskositas fluida atau kekentalan. Untuk cairan dengan viskositas yang berbeda dengan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS200X Digital Microscope Camera M200 salah satu type microscope digital yang dilengkapi dengan kamera Spesifikasi 200X Digital Microscope Camera M200… selengkapnya
*Harga Hubungi CS


Saat ini belum tersedia komentar.