● online
Mengenal Mikroskop Binokuler
Mikroskop binokuler adalah alat yang digunakan untuk meneliti benda-benda kecil yang tak kasat mata atau transparan. Mikroskop binokuler digolongkan ke dalam kelompok mikroskop cahaya, karena memiliki lensa okuler dan lensa objektif. Lensa ini dapat menghasilkan efek tiga dimensi pada benda yang diteliti. Sumber cahaya yang digunakan oleh mikroskop binokuler berasal dari cahaya lampu.
Penggunaan lensa objektif sekitar 1 sampai 2 kali, sementara lensa okuler perbesarannya 10 hingga 15 kali. Mikroskop ini menggunakan lensa objektif dengan ukuran besar, karena pada bagian atasnya terdapat sistem lensa lain yang dibuat terpisah pada posisi paralel. Mikroskop binokuler memiliki beberapa kelemahan, yaitu sistem aperture numerical dibatasi oleh jalur beam atau cahaya ganda.
Seorang peneliti harus mengatur diameter objektif agar tampak lebih besar. Meskipun begitu, kelebihan mikroskop binokuler adalah terdapat lensa majemuk. Kedalaman pandang lebih memadai saat penelitian. Mikroskop binokuler membutuhkan cahaya dari luar untuk melakukan pengamatan dalam bentuk sayatan tipis, walaupun sudah terdapat sumber cahaya di dalam alat tersebut.
Fungsi Mikroskop Binokuler
Fungsi utama mikroskop binokuler, yaitu sebagai alat pengamat benda-benda yang berukuran kecil. Benda-benda atau objek ukuran kecil tersebut, antara lain jaringan hewan, jaringan tumbuhan, sel tubuh, protozoa, bakteri, virus, dan objek lain. Mikroskop binokuler ini juga mampu menunjukkan ukuran, panjang, lebar, dan tinggi dari objek yang diteliti. Jadi sangat banyak sekali manfaatnya!
Pada alat ini, cahaya akan menjadi sumber energi utama yang digunakan untuk memperbesar bayangan objek. Biasanya, alat ini di bantu dengan kamera atau proyektor agar lebih mudah dalam proses penelitian atau mempresentasikan objek. Untuk lebih jelas tentang, silahkan simak ulasan dibawah ini.
Bagian-Bagian Mikroskop Binokuler
Terdapat beberapa bagian-bagian penting pada alat mikroskop binokuler:
1. Lensa Okuler
Lensa okuler terletak dekat dengan mata. Jadi, ketika Anda menggunakan mikroskop, maka Anda akan langsung menemukannya. Lensa ini memiliki fungsi untuk menjadi pengamat bayangan, yakni memperbesar bayangan benda bersama dengan lensa objektif.
2. Revolver
Berada tepat di atas lensa objektif, Anda dapat memutar Revolver sesuai dengan kebutuhan yang lensa objektif inginkan. Secara umum, pemutaran pada Revolver harus menggunakan perbesaran kecil.
3. Lensa Objektif
Lensa ini terletak dekat dengan objek yang akan peneliti amati. Mikroskop Binokuler akan menggunakan lensa objektif yang sesuai hasil dari perbesaran. Misalnya, seperti perbesaran 500 kali dan 1.000 kali. Oleh karena itu, perbesaran harus sesuai dengan objek yang akan Anda teliti.
4. Meja Preparat
Secara umum, meja preparat terbuat dari kaca. Untuk bagiannya, akan terdiri dari preparat dan juga penutupnya. Preparat sendiri akan berisi contoh objek pengamatan yang sesuai dengan hakikat ilmu biologi. Meja preparat terletak di bawah lensa objektif. Meja tersebut bermanfaat untuk menjadi penyanggah objek penelitian.
5. Lengan Mikroskop
Sebagai frame dalam Mikroskop Binokuler, lengan berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam memindahkan mikroskop. Pemindahan bisa dilakukan dari satu tempat ke tempat lainnya. Anda juga tidak perlu memegang lensa mikroskop secara langsung, karena terhalang lengan.
6. Skala Preparat
Skala preparat menjadi salah satu fitur tambahan yang ada di meja preparat. Fitur ini berfungsi agar penempatan sampel lebih mudah.
7. Makrometer dan Mikrometer
Dua bagian ini memiliki bentuk horizontal dan vertikal. Makrometer dan mikrometer dapat Anda gunakan untuk membuat lensa menjadi fokus pada objek tertentu yang akan diteliti.
8. Diafragma
Diafragma adalah bagian yang berada pada bawah meja preparat. Bagian ini dapat menentukan fokus ke sampel dan jumlah cahaya yang masuk ke objek penelitian.
9. Sumber Cahaya
Lampu menjadi sumber cahaya untuk mikroskop listrik. Secara umum, lampu sudah diletakkan pada mikroskop. Ini bertujuan agar dapat memberikan hasil penerangan yang optimal pada preparat. Bagian ini berfungsi untuk mengumpulkan cahaya, sehingga penerangan untuk penelitian akan masuk dengan cukup.
10. Pengatur Kecerahan
Bagian ini harus dihubungkan dengan bola lampu Mikroskop Binokuler, sehingga pengaturan kecerahan cahaya dapat berjalan dengan mudah. Selain itu, pengatur kecerahan juga berhubungan dengan diafragma, jadi cahaya objek penelitian bisa difokuskan.
11. Kaki Penyangga Putar
Sebagai penyangga mikroskop, bagian ini akan terletak pada bidang yang tidak datar. Meskipun cukup penting, bagian kaki penyangga tidak tersedia pada setiap model mikroskop.
Cara Menggunakan Mikroskop Binokuler
- Tancapkan kabel mikroskop dengan sumber listrik.
- Tekan tombol ON untuk menyalakan lampu. Penerangan cahaya lampu bisa Anda atur sedemikian rupa. Perbesar dengan cara menggeser pengatur besar kecil cahaya lampu pada mikroskop.
- Geser tuas diafragma dari posisi MIN ke MAX. Dengan begitu, Anda akan memperoleh cahaya yang terang dan objek penelitian akan terlihat lebih jelas.
- Jangan lupa untuk memasang preparat pada meja objek.
- Lakukan perbesaran lemah, yakni 4×10 pada objek mikroskop. Anda dapat melakukannya dengan cara memutar sekrup kasar mikroskop tersebut.
- Anda dapat memperbesar atau memperjelas dengan cara melakukan penambahan ukuran pada lensa okuler. Lakukan penambahan tersebut dengan cara menggeser revolver.
- Lensa okuler yang bertambah ukurannya akan mengakibatkan objek tampak kabur pada perbesaran lemah. Objek kabur itu bisa Anda perjelas dengan cara menggeser sekrup halus.
- Sebaiknya jangan gunakan sekrup kasar saat akan memperjelas sebuah objek. Karena penggunaan sekrup kasar pada perbesaran kuat hanya akan mengakibatkan pecahnya preparat yang sedang diteliti.
Cara Merawat Mikroskop Binokuler
- Ketika penelitian yang Anda lakukan sudah berakhir, maka segera kembalikan posisi lensa okuler pada perbesaran 4×10.
- Jangan lupa untuk menurunkan meja preparat dengan cara menggeser makrometer pada mikroskop.
- Kemudian, lepaskan preparat dari meja objek.
- Ubah tuas diafragma ke posisi MIN, lalu matikan lampu mikroskop.
- Untuk mematikannya, tekan tombol OFF. Lalu, turunkan kondensor.
- Mengelap lensa okuler menggunakan kertas pembersih lensa. Kemudian, bersihkan meja preparat sampai bersih.
- Lepaskan kabel dari sumber listrik.
- Lipat kembali kabel dan taruh ke tempat semula.
- Simpan mikroskop pada tempat yang sesuai.
- Badan mikroskop dan lengan dapat dibersihkan dengan menggunakan kain lembut dengan sedikit pemberian deterjen.
Untuk Anda yang mebutuhkan Mikroskop Binokuler, kami menyediakan Mikroskop Binokuler dengan berbagai merk dan type tentunya dengan harga yang terjangkau.
Tags: Fungsi Mikroskop Binokuler, Jual Mikroskop Binokuler, Merawat Mikroskop Binokuler
Mengenal Mikroskop Binokuler
Seed Neatness Workbench adalah istilah yang merujuk pada alat atau meja kerja yang dirancang khusus untuk memisahkan, membersihkan, dan mengolah... selengkapnya
Jual alat pengukur curah hujan, alat ukur curah hujan otomatis harga termurah untuk Anda yang cari cara mengukur curah hujan... selengkapnya
Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur perubahan energi panas atau kalor. Pengertian kalorimeter dan rumusnya berperan penting dalam penelitian... selengkapnya
Plant Photosynthesis Meter adalah alat inovatif yang dirancang untuk mengukur efisiensi proses fotosintesis pada tanaman. Alat ini sangat bermanfaat bagi... selengkapnya
Manfaat Tepung Jagung Untuk Kesehatan – Jagung merupakan bahan pangan yang bisa menjadi pengganti makanan pokok yang dikonsumsi di Indonesia.... selengkapnya
Cara Ampuh Membasmi Tikus Dengan Pestisida Alami – Salah satu organisme pengganggu pada tanaman padi adalah adanya keberadaan tikus. Kerusakan... selengkapnya
Jual Coating Thickness Meter Murah – Mengukur ketebalan cat ? Waduh apa ya bisa diukur, sudah menempel di benda tipis... selengkapnya
Tanaman, seperti halnya makhluk hidup lainnya memerlukan nutrisi yang cukup memadai dan seimbang agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.... selengkapnya
Apa itu soil nutrient unsur hara tanah? Tumbuhan memerlukan tujuh belas unsur atau unsur hara agar dapat tumbuh dan berkembang... selengkapnya
Jenis Pestisida Untuk Pertanian ada beberapa macam yang mempunyai fungsi dan kegunaan berbeda-beda. Pengertian mengenai pestisida di Indonesia mengacu pada... selengkapnya
Alat Pengukur pH dan Klorin Kolam Renang KCP01 sangat berguna untuk mengukur asam basa (pH) dan kadungan kadar Chlorine di… selengkapnya
*Harga Hubungi CSOxidation Reduction Potential (ORP) atau Potensi Reduksi Oksidasi atau disebut juga ORP adalah potensi elektris yang dibutuhkan untuk mengurangi atau… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAnemometer Digital AMF006 merupakan salah satu varian alat pengukur kecepatan angin yang sering digunakan, hal ini dikarenakan bentuk alatnya yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAutomatic Cleveland Open Cup Flash Point Tester SYD-3536D dirancang dan dibuat sesuai GB / T3536-2008 Produk Minyak – Penentuan Titik… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kelembaban Busa MC-7825F adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban dan kadar air yang terkandung pada Busa. Busa… selengkapnya
*Harga Hubungi CSWaterproof pH Meter And Temperature Meter pH-200 merupakan salah satu jenis alat pengukur keasaman pada air. Alat ini sangat mudah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSProfessional Seed X-ray Machine mengadopsi sistem pencitraan resolusi tinggi, detektor CMOS 48 m, pencitraan digital tabung pemancar titik fokus mikro,… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSoxhlet Extraction Fat Analyzer adalah alat khusus untuk menguji/tes kandungan lemak sesuai dengan prinsip ekstraksi soxhlet Dengan fitur ekstraksi reagen… selengkapnya
*Harga Hubungi CSCoating Thickness Meter MCT200 adalah alat pengukur ketebalan lapisan yang menempel pada suatu objek baik bahan metal maupun non metal…. selengkapnya
*Harga Hubungi CSPlant Porometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur laju transpirasi dan konduktansi stomata pada daun tanaman. Porometer bekerja dengan mengukur… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.