● online
- Multi Purpose Anemometer AMF081
- Digital Hot Plate Magnetic Stirrer Porcelain Plate
- Nitrate Tester Greentest 2 EC05F
- Micro Spectrophotometer (Nucleic Acid Analyzer) AM
- 200X Digital Microscope Camera M200
- Analytical Balance Internal Calibration A006-T
- Melting Point Apparatus with Microscope WRX-4
- Benchtop Plant Porometer
Yay…Vaksin Corona Akhirnya Ditemukan
Vaksin Corona Akhirnya Ditemukan, Pandemi corona sudah berlangsung berbulan-bulan, di mulai Bulan Desember 2019 di Wuhan Cina sehingga dinamakan COVID-19 (Corona Virus Disease) yang artinya penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Sedangkan di Indonesia sendiri wabah corona dimulai pada bulan maret tepatnya 2 Maret 2020. Dan sampai saat ini jumlah yang terjangkit positif corona di Indonesia dan dunia selalu bertambah.
Bertambahnya orang yang terjangkit virus corona terbanyak di gelombang kedua, setelah lockdown dibuka, PSBB di buka dan dimulai masa transisi atau biasa disebut era New Normal. Di era new normal masyarakat menganggap bahwa sudah terbebas dari virus corona, sehingga sudah tidak menerapkan lagi protokol kesehatan. Tidak menggunakan masker, tidak lagi mencuci tangan dan yang paling memperparah adalah banyak terjadi kerumunan masa.
Di awal Juli mulai ada secercah berita gembira, di beberapa negara sudah menemukan vaksin untuk virus corona dan sudah mulai dilakukan uji klinis untuk vaksin tersebut.
Sejumlah penelitian yang dilakukan untuk menemukan vaksin bagi virus corona (COVID-19) telah membuahkan kemajuan yang signifikan. Di mana setidaknya tiga kandidat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan perusahaan berbeda, telah terbukti mampu melatih sistem kekebalan untuk mengenali dan melawan virus corona baru tanpa efek samping yang serius.
Salah satu vaksin yang menunjukkan kemajuan baik itu adalah yang dikembangkan oleh produsen obat Inggris AstraZeneca bersama dengan Universitas Oxford. Vaksin mereka terbukti mampu menginduksi respon kekebalan pada semua peserta studi yang menerima dua dosis tanpa efek samping yang mengkhawatirkan.
Di sisi lain, vaksin yang sedang dikembangkan oleh CanSinoBiologics Inc dan unit penelitian militer China, juga terbukti aman dan memicu respons kekebalan pada sebagian besar dari 508 sukarelawan sehat yang diberikan satu dosis vaksin, para peneliti melaporkan.
“Sekitar 77% sukarelawan dalam studi mengalami efek samping seperti demam atau nyeri di tempat suntikan, tetapi tidak ada yang dianggap serius.” jelasnya, sebagaimana dilaporkan Reuters, Selasa (21/7/2020).
Studi tentang kedua vaksin itu diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada Senin. Menurut laporan, vaksin AstraZeneca dan CanSino sama-sama menggunakan virus flu yang tidak berbahaya yang dikenal sebagai adenovirus untuk membawa materi genetik dari virus corona baru ke dalam tubuh.
“Secara keseluruhan, hasil dari kedua uji coba secara umum serupa dan menjanjikan,” tulis Naor Bar-Zeev dan William Moss, dua ahli vaksin dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, dalam komentar di The Lancet.
Meski menunjukkan kemajuan yang signifikan, penelitian-penelitian tersebut masih membutuhkan studi yang jauh lebih besar untuk membuktikan bahwa vaksin-vaksin itu dapat dengan aman mencegah infeksi atau penyakit serius.
Selain kedua perusahaan tersebut, bioteknologi Jerman, BioNTech dan perusahaan obat Amerika Serikat (AS), Pfizer Inc juga merilis perincian dari sebuah penelitian kecil mereka di Jerman. Penelitian itu mengenai berbagai jenis vaksin yang menggunakan asam ribonukleat (RNA), pembawa pesan kimia yang berisi instruksi untuk membuat protein.
Vaksin memerintahkan sel untuk membuat protein yang meniru permukaan luar virus corona. Tubuh mengenali protein seperti virus ini sebagai penjajah asing dan kemudian dapat meningkatkan respon imun terhadap virus yang sebenarnya.
Dalam studi peer review yang belum dilakukan terhadap 60 orang dewasa yang sehat, vaksin menginduksi antibodi penawar virus pada mereka yang diberi dua dosis. Hasil itu sejalan dengan uji coba tahap awal yang sebelumnya dilakukan AS.
“Sangat menggembirakan bahwa semua vaksin ini tampaknya menginduksi antibodi pada manusia,” kata mantan asisten direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Marie-Paule Kieny dari institut penelitian Prancis Inserm. “Ini membuktikan bahwa sains bergerak maju dengan sangat cepat, yang merupakan pertanda baik.”
Kabar-kabar baik itu bermunculan di saat jumlah kasus infeksi virus corona global terus meningkat pesat. Di mana per Selasa ini sudah ada 14.852.700 orang yang terinfeksi virus asal Wuhan, China itu secara global. Dari total itu, 613.213 orang meninggal dunia dan 8.906.690 sembuh, menurut Worldometers.
Tags: korban corona, obat virus corona, uji klinis vaksin corona, vaksin corona ditemukan
Yay…Vaksin Corona Akhirnya Ditemukan
PUTK atau Perangkat Uji Tanah Kering adalah alat praktis yang dirancang untuk mengukur kandungan unsur hara dalam tanah secara cepat... selengkapnya
Biological Oxygen Demand (BOD) merupakan konsep penting dalam kualitas air dan pengolahan air limbah. Ini mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan... selengkapnya
Perbedaan Antara Inkubator BOD dan Inkubator Bakteriologis Dalam percobaan laboratorium, inkubator bakteriologis dan inkubator BOD adalah instrumen yang paling umum... selengkapnya
Dalam era pertanian modern, efisiensi dan ketepatan adalah kunci keberhasilan. Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan adalah drone sprayer.... selengkapnya
Herbisida Obat Pengendali Gulma adalah pestisida yang berisi senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas... selengkapnya
Jual Alat Pengukur Kadar Alkohol – Alkohol yang merupakan bahan yang sering digunakan untuk pembersih alat kedokteran, namun tidak jarang... selengkapnya
Distributor ATP Ensure Touch Instrument HYGIENA. ENSURE TOUCH INSTRUMENT HYGIENA adalah sistem verifikasi dan pemantauan pembersihan tingkat lanjut yang mengumpulkan,... selengkapnya
Jual Pertamini Digital Murah – Pertumbuhan ekonomi di masyarakat kiat membaik, hal ini ditandai dengan banyaknya orang yang mempunyai kendaraan... selengkapnya
Cara Mengukur Kekerasan Tanah Dengan Soil Hardness Tester – Tanah dasar adalah permukaan tanah asli, permukaan galian, atau permukaan tanah... selengkapnya
Kandungan TOC pada air (Total Organic Carbon) adalah jumlah total karbon organik yang terdapat dalam air, baik yang berasal dari... selengkapnya
BOD Incubator Advanced Mold Incubator cocok untuk departemen eksperimen dan produksi lembaga penelitian ilmiah seperti perlindungan lingkungan, sanitasi dan pencegahan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS2 Angles 20/60 Degree Gloss meter GM-26 (Build In Sensor) GM-026 (Separated Sensor) Aplikasi : 2 Angles 20/60 Degree Gloss… selengkapnya
*Harga Hubungi CSColorimeter AMT560 General Purpose (Color Difference Meter) adalah alat pengukur jenis warna yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan dan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSParticle Counter with Camera Function AMT17 (DT-9880) and AMT18 (DT-9881) adalah alat yang digunakan untuk menghitung kandungan particle atau debu… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kadar Air Tembakau TK100T digunakan khusus untuk mengukur kadar air atau Moisture Content yang terkandung pada tembakau. Tentunya… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLab Water Hardness Tester YD200 adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kesadahan air atau kekerasan air. Fitur Lab Water… selengkapnya
*Harga Hubungi CSpH Meter Tanah Multifungsi 4 in 1 SR300 – Tanah adalah media tumbuh alami yang menyediakan makanan (unsur hara) bagi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Penguji Kekerasan Logam MH310 – Kekerasan merupakan salah satu sifat mekanik dari logam. Pengujian kekerasan secara luas digunakan dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSoil Water Potential Locator TRS Digital Soil Water Potential Meter adalah alat yang berfungsi untuk menentukan titik tanah yang mengandung… selengkapnya
*Harga Hubungi CSHandheld ATP Hygiene Monitor BioLum-E II adalah alat pengukur ATP portabel untuk mengukur dan menunjukkan kontaminasi dengan cara yang mudah… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.