● online
- Alat Pengukur Kadar Air Pada Minyak SR-C4
- Chlorophyll Meter MC-100
- Digital Temperature Humidity Meter HT-6290
- Biophotometer Laboratory Protein DNA Testing B-500
- Colorimeter AMT560 General Purpose (Color Differen
- Near-Infrared Soybean Analyzer
- Audio Cable Tester NF388
- Automatic Houillon Viscosity Tester
Herbisida Obat Pengendali Gulma
Herbisida Obat Pengendali Gulma adalah pestisida yang berisi senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas tumbuhan yang menyebabkan penurunan hasil yang disebabkan oleh gulma pengganggu tanaman utama yang menyebabkan penurunan hasil pertanian.
Lahan pertanian biasanya ditanami sejenis atau dua jenis tanaman pertanian. Namun, tumbuhan lain juga dapat tumbuh di lahan tersebut, karena kompetisi dalam mendapatkan hara di tanah, perolehan cahaya matahari, dan keluarnya substansi alelopatik, tumbuhan lain ini tidak diinginkan keberadaannya. Herbisida digunakan sebagai salah satu sarana pengendalian gulma.
Efek herbisida terhadap gulma
Herbisida banyak digunakan karena memiliki tingkat efektifitas yang tinggi untuk mengendalikan gulma. Herbisida bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Pengaruh dari penggunaan bahan kimia ini biasa terlihat dari penyimpangan secara morfologi. Efeknya sangat bervariasi tergantung dari jenis gulma yang dikendalikan.
Beberapa efek dari aplikasi herbisida yang sering ditemui, antara lain; pertumbuhan terhambat, efek formatif, klorosis, nekrosis, dan pembentukan kutikula yang berkurang. Efek tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada jenis herbisida yang digunakan.
Tak hanya itu, efektivitas aplikasi herbisida juga tergantung dari kondisi lingkungannya. Jika diaplikasikan pada saat yang tepat, maka herbisida bisa bekerja dengan lebih efektif. Sebagai contoh, efek herbisida yang diaplikasikan pada musim hujan akan berbeda dengan herbisida yang diaplikasikan saat musim kemarau.
Baca Juga :
Aplikasi herbisida saat musim hujan sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, air hujan bisa membuat herbisida tercuci dan tidak bisa menyerang gulma dengan maksimal. Tak hanya itu, dosis dan cara aplikasi juga akan mempengaruhi efektivitas herbisida. Maka dari itu, pastikan untuk mengaplikasikan herbisida dengan dosis dan cara aplikasi yang direkomendasikan. Anda bisa melihat rekomendasi ini pada kemasan herbisida yang digunakan.
Pengelompokan herbisida berdasarkan pertumbuhan gulma.
- Herbisida Pratumbuh
Herbisida ini diaplikasikan pada tanah sebelum gulma tumbuh. Semua herbisida pra tumbuh, adalah soil acting herbicide atau herbisida yang diaplikasikan ke tanah dan bersifat sistemik.
Contoh herbisida ini yaitu diuron, bromacil, oksadiazon, oksifluorfen, ametrin, butaklor dan metil metsulfuron.
- Herbisida Pascatumbuh
Herbisida ini diaplikasikan saat gulma sudah tumbuh. Semua herbisida pasca tumbuh adalah foliage applied herbicide atau herbisida yang diaplikasikan ke gulma dan bisa bersifat sistemik ataupun non sistemik.
Contoh herbisida pasca tumbuh adalah glifosat, paraquat, glufusinat dan propanil.
Pengelompokan herbisida berdasarkan tipe translokasi dalam tanaman.
- Herbisida Kontak (Tidak Ditranslokasikan)
Herbisida kontak mengendalikan gulma dengan cara mematikan bagian gulma yang terkena langsung dengan herbisida. Sifat herbisida ini tidak ditranslokasikan atau tidak dialirkan dalam tubuh gulma.
Contoh herbisida kontak yang bersifat selektif yaitu oksifluorfen, oksadiazon dan propanil. Sementara yang bersifat non selektif seperti parakuat dan glufosinat.
- Herbisida Sistemik (Ditranslokasikan)
Herbisida sistemik dapat mematikan gulma melalui translokasi racun ke seluruh bagian-bagian gulma. Herbisida jenis ini dapat diaplikasikan melalui tajuk maupun melalui tanah.
Contoh herbisida yang melalui tajuk yaitu herbisida glifosat, sulfosat dan ester, sedangkan yang melalui tanah yaitu herbisida ametrin, atrazin, metribuzin dan diuron.
Pengelompokan herbisida berdasarkan selektifitasnya.
- Herbisida Selektif
Herbisida selektif adalah herbisida yang bersifat beracun untuk gulma tertentu. Contoh herbisida ini yaitu ametrin, diuron, oksifluorfen, klomazon dan karfentrazon.
- Herbisida Nonselektif
Herbisida nonselektif adalah herbisida yang dapat mematikan hampir semua jenis tumbuhan termasuk tanaman yang dibudidayakan. Contoh herbisida ini yaitu glifosat dan paraquat.
Dalam memilih herbisida perlu dipertimbangkan terlebih dahulu gulma apa yang akan dikendalikan dan pada tanaman apa yang dibudidayakan.
Contoh herbisida non selektif (glifosat) sering digunakan untuk mengendalikan gulma pada tanaman yang berbatang keras, tanpa olah tanah pada pertanaman jagung, singkong, perkebunan sawit, nanas dan mangga.
Tetapi tidak cocok untuk pengendalian gulma untuk tanaman lunak seperti kebun bunga dan pertanaman padi karena bisa saja tanaman tersebut ikut mati karena herbisida tersebut. Sementara, herbisida selektif atrazin biasa digunakan pada pertanaman jagung dan tebu, herbisida ini sasarannya pada gulma berdaun lebar dan sempit.
Dari penjelasan di atas, poin penting dalam menggunakan herbisida adalah harus sesuai dengan petunjuk pada label kemasan (pada herbisida kimia) agar tidak menimbulkan kerugian bahkan berefek negatif pada kematian tanaman budi daya.
Tags: Efek herbisida untuk lingkungan, Fungsi Herbisida, Jenis Herbisida di Pasaran
Herbisida Obat Pengendali Gulma
Bahaya Alkohol untuk Tubuh Manusia – Alkohol adalah bahan utama dari berbagai minuman keras. Kadar alkohol pada minuman keras mempunyai... selengkapnya
Perbedaan Antara Inkubator BOD dan Inkubator Bakteriologis Dalam percobaan laboratorium, inkubator bakteriologis dan inkubator BOD adalah instrumen yang paling umum... selengkapnya
Dalam industri furniture, kasur busa, dan jok mobil, pemilihan material yang tepat sangat berpengaruh pada kualitas produk yang dihasilkan. Salah... selengkapnya
Distributor Alat Praktek SMK adalah penyedia Alat-alat praktek SMK dengan harga yang bersaing, distributor Alat Praktek SMK menyediakan berbagai kebutuhan... selengkapnya
Plant Photosynthesis Meter adalah alat inovatif yang dirancang untuk mengukur efisiensi proses fotosintesis pada tanaman. Alat ini sangat bermanfaat bagi... selengkapnya
Jual alat pengukur kecepatan angin, alat pengukur kecepatan angin murah untuk mengetahui berapa kecepatan angin. Kami jual anemometer alat mengukur... selengkapnya
Alat ATP Hygiene Monitoring adalah perangkat yang digunakan untuk mengukur tingkat kebersihan suatu permukaan atau cairan. ATP sendiri adalah singkatan... selengkapnya
Apa Itu Mikroba ? Mikroba adalah makhluk hidup kecil yang ditemukan di sekitar kita. Juga dikenal sebagai mikroorganisme, mereka terlalu... selengkapnya
Mengenal Hama dan Penyakit Tanaman Padi – Dalam budidaya tanaman padi, maka tidak akan terlepas dari ancaman hama dan penyakit... selengkapnya
Jenis-jenis Pupuk NPK sangatlah beragam mulai dari bentuk dan warnanya. Pupuk merupakan bahan yang didalamnya terkandung bermacam-macam jenis unsur hara... selengkapnya
Automatic Pensky-Martens Closed Cup Flash Point Tester SYD-261D dirancang dan diproduksi sesuai standar GB / T 261-2008 Penentuan Flash Point… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kelembaban Jagung Gabah Kedelai MC7825G merupakan instrumen pengukuran kadar air pada bijian yang sangat praktis digunakan. Pengukuran kadar… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Uji Pupuk MGOMeter adalah alat pengujian pupuk, spesifik untuk menguji kandungan unsur hara makro MgO, CaO dan C-Organik. Prinsip… selengkapnya
*Harga Hubungi CSElectric Sieve Shaker dapat disesuaikan digunakan dengan Grain Dockage Sieve, shaker ini cocok untuk mengukur persentase pengotor dalam sampel biji-bijian… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAlat Pengukur Kadar Air Bijian TK25G digunakan untuk pengukuran cepat dan akurat pada kelembaban atau kadar air bijian. Biasanya digunakan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPortable Ultrasonic Flaw Detector MFD550B dapat digunakan secara luas dalam menemukan dan mengukur retakan tersembunyi, void, diso dan diskontinuitas serupa… selengkapnya
*Harga Hubungi CSLux Meter Digital AMA002 alat yang sangat akurat digunakan untuk mengukur intensitas cahaya atau penerangan pada suatu ruangan tertentu, dilengkapi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSAnalog Durometer For Shore A, C, D Hardness adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan suatu benda. Masing-masing jenis… selengkapnya
*Harga Hubungi CSHot Wire Anemometer AMF029 – Hot Wire Anemometer merupakan alat ukur kecepatan udara yang mempunyai prinsip perpindahan panas secara konveksi… selengkapnya
*Harga Hubungi CSHandheld Homogenizers D-1601 D-1602 – Homogenizer adalah mesin mixer yang biasa dan di pergunakan dalam pengolahan industri , industri yang… selengkapnya
*Harga Hubungi CS

Saat ini belum tersedia komentar.